12/28/05

Ryu 20 Bulan


Tak terasa hari ini Ryu genap 20 Bulan, waktu serasa bergulir dengan cepat, si kecil kami yang dulu masih bisa di timang - timang, sekarang sudah beranjak besar. Jangan harap bisa menimangnya dengan tenang, karena dia sangat aktif bergerak, serasa energinya tidak pernah habis. Secara fisik perkembangannya sangat jelas terlihat, celana yang gantung, baju yang kesempitan, sepatu yang kekecilan dlsb nya. Bayi kami yang lucu, imut dan menggemaskan berubah jadi anak yang aktif, macho (bundanya maksain bgt deh :P) dan si penantang bahaya.

Kenapa jadi penantang bahaya?, Bagaimana tidak, hobby nya naik/turun sofa, ranjang, kursi, lari2an di jalanan sampai lutut nya penuh dengan lecet, berguling - guling di rumput dan semua badannya bentol karena digigit semut, naik sepedapun maunya naik sepeda orang dewasa, bila bermain dengan anak - anak sebaya atau lebih tua darinya pasti ia selalu mencurahkan rasa gemes nya dengan mencubit mereka (ini gemes atau kesel ya?), semua aktifitasnya ini dilakukan setiap hari. Sedih juga sih karena aku hanya bisa mendengar laporan dari suster dan assistantnya saja, jarang sekali aku bisa melihat putra ku beraktiftas aku lebih banyak melihat dia tidur saja, inilah resiko terberat menjadi Ibu yang bekerja 9

Sebagai Ibu, aku sangat sedih karena tidak bisa mendampingi putraku bermain, bermain dan bermain, aku hanya bisa menemaninya tidur di malam hari (sedih sambil berkaca2 nih nulisnya) tapi melihat dia tumbuh dengan sehat rasanya tiada duanya, apa lagi kalau lihat dia tidur sambil nungging dengan baju tidur yang sudah kekecilan, bukannya pelit loh tapi emank putraku ini cepet sekali besarnya, kalau aku beli baju pasti deh hanya muat 2 bulan setelah itu kekecilan, apa lagi sepatu/sandal ini barang yang paling sering saya beli, rasanya kaki Ryu setiap bulan bertambah besar, aku sempet surprise juga ternyata sepatu / sandal Ryu sedari lahir sampai sekarang ia sudah mempunyai 20 pasang sepatu & sandal :D (ini sih bundanya aja yg keranjinan shopping ya hehehe)

Tapi di balik semua kesenangan dan keriaan di atas, kuping aku sudah mulai merah nih (baru mulai merah sih belum panas), secara sudah banyak orang yang menanyakan "Ko Ryu blum bisa ngomong ya?", "Sudah bisa bilang apa sekarang?", awalnya aku sih nyantai saja, tapi lama kelamaan ko jadi berasa aneh juga ya, apa lagi kalau Ryu di banding - bandingkan dengan anak lain seusianya yang sudah bisa menyusun kalimat, sudah bisa bernyanyi 5 - 10 lagu, beda dengan Ryu dia hanya bisa mengucapkan beberapa kata yang simple saja, Ryu belum bisa merangkai kalimat apa lagi bernyanyi…

Apakah putraku termasuk anak yang late talker? Well just wait and see. Aku termasuk parents yang easy going, let it flow saja tapi kami juga tidak tinggal diam, kami tetap mengarahkan dan tetap menstimulasinya dengan giat, aku juga coba introspeksi 20 bulan belakangan ini, bagaimana dan cara apa saja yang sudah kami pakai untuk menstimulasinya. Tapi terlepas dengan trik dan tips stimulasi tadi, saya selalu teringat dengan pendapat para ahli, kalau setiap anak itu unik jadi how they grow up pun akan beda - beda. Sebagi parents aku hanya berharap semoga Ryu kami bisa tumbuh dengan sehat dan melalui masa kecilnya dengan menyenangkan. Dan berusaha tidak berkecil hati karena Ryu ada kecenderungan menjadi Late talker.

Berikut saya kutip dari majalah PG, mengenai anak late talker mungkinberguna bagi yg lain.
** PERLU KUATIR BILA SI KECIL**
1. Tidak bisa mengkombinasikan kata - kata menjadi kata - kata yang jelas
2. Mengartikulasikan kata - kata dengan sangat buruk dan lebih dari setengah jam anda belum mengerti.
3. Tidak mau berinteraksi dengan anak yang sebayanya
4. Tidak dapat mengerti atau menjawab pertanyaan yang mudah
5. Tidak bisa menyebut dan mengenali obyek - obyek sederhana

** DORONG KEMAMPUAN SI KECIL**
1. Ajakla si kecil berbicara dalam kesempatan apapun. Mandi, pakai baju, pokoknya semua aktivitas yang di lakukan, harus dijelaskan.
2. Bila si kecil bicara dua-tida kata, coba respond dengan lebih. Tapi jangan memakai kalimat yang kompleks
3. Untuk melatih otot mulutnya, ajak ia main gelembung sabun, meniup peluit, harmonica dan seruling
4. Ajak ia minum pakai sedotan, atau menyantap mie/spaghetti dengan cara menyeruput
5. Lakukan aktivitas bernyanyi dan bercerita sesering mungkin. Ini melatih si kecil mengucapkan kata-kata, yang sebelumnya tidak pernah ia pikirkan
6. Ajak ia menirukan suara hewan peliharaan atau yang anda tunjukan dari buku.

"Info Foto: Ryu sehari setelah lahir"

12/2/05

Ryu Amriza and Harry Potter Scar


Pasti pada bingung dengan judulnya ya? Tenang tenang ceritanya begini kemarin siang saya dapat telpon dari assistan Ryu, sedikit cuplikan pembicaraan saya dengan assistan tsb,
Assistan: Bunda, tadi Ryu jatuh! (nada dikit tsayat, tapi saya pernah pesen kalau sesuatu terjadi dengan Ryu kamu jangan tsayat lapor ke saya)
Bunda: Lah… jatuh di mana? Apakah dia baik2 saja? Ada yang luka? (mencoba tenang, tapi lihat dari pertanyaan yg terlontar bertubi tubi pasti deh bisa nebak ;) ).
A: Enggak bengkak hanya merah di jidat. Dia baik – baik saja langsung lincah lagi. Tadi juga saya sudah kompres dengan es batu, kasih minyak tawon trus saya kasi handyplast (malam sebelumnya saya ko beli handyplast kids untuk Ryu “bingung mode on ko pas banget”).
B: Emank jatuh nya gimana?
A: Ia terpeleset di teras, tapi jatuhnya tengkurap di lantai gitu, makanya jidatnya merah, enggak bengkak ko. (tetep tidak bilang luka)
B: Oh gitu … ya udah lain kali hati – hati ya, jangan kecolongan lagi ya!


Kira – kira begitulah percakapan saya dengan assistan tsb. Karena kemarin saya dan suami sudah ada planning mau cetak foto jadinya kami pulang telat dan sesampainya kami di rumah, Ryu sudah terlelap dalam tidur, segera saya cek jidatnya yang terlihat hanya handyplast gambar lion aja saat itu, ga kliatan memar or something yang membuat saya panik.

Pagi hari bangun tidur saya langsung kepikiran mau lihat luka memar Ryu lagi, jadinya handyplast nya saya coba buka, tapiii… tanpa di duga muncul perlawanan dari Ryu, saat itu saya agak kaget juga, setelah berhasil saya buka, barulah saya sadar ternyata itu bukannya memar tapi luka “SOBEK” di jidat Ryu yang lumayan panjang luka itu kira-kira 2cm, wuiiihhh ingin rasanya marahin assistant saat itu tapii saya coba calmdown, akhirnya scar itu saya kasih betadine lagi dan saya rawat selayaknya luka bukannya memar seperti assistan tsb bilang sebelumnya (gemeesss deh), yang buat saya nyesek saat melihat scar itu, posisinya itu lo… di jidat dan lumayan panjang, pikir saya scar ini akan jadi tanda buat Ryu seumur hidup…. But anyway ada positifnya juga sih secara scar ini letaknya sama dengan scar nya Harry potter (idola bunda hihihi) hanya saja Harry bentuknya kilat kalau Ryu bentuknya pedang kali yeee.

Ya… ambil positif nya saja sih kalau next time butuh figuran pengganti Harry, ga usah jauh-jauh deh nyarinya tuh Ryu aja alami lagi scar nya tidak dibuat – buat. Lucuu ya bukannya saya panik and kesel malah seneng anak dapat scar di jidat…

Info foto:Jidat Ryu waktu masih mulus

11/26/05

Ayah dan Ryu


Again membahas kedekatan Ryu dan Ayahnya. Menurut assistan dirumah ryu tuh anaknya supel dan sangat antusias kalau dengar suara ayahnya lewat telpon, beda kalau saya yang telpon ia pasti tidak antusias atau diem2 saja diujung sana.

Contoh conversation saya dengan ryu sbb:
bun: asalamualaikum ryu
ryu: ------
bun: lagi ngapain sayang?
ryu: ------
bun: lagi main ya?
Ryu: ------- (ia masih diem)
bun: ryu, ryu kodiem aja?
ryu: -----
bun: ryu, bunda dan ayah .... (kalimat sy blum selesai)
ryu: (spontan) ayah ayah ayah blebakblubuk.... ayah (terdengar sgt antusias)
bun: iya sayang bun dan ayh pulang telat
ryu: huuuuuuhhhhh ayaahh (nada kecewa)

Itu salah satu contoh betapa kata ayah dan sosok ayah sgt melekat di ingatannya.... *jealous mode on*

Info foto: Ryu with ayah di Depok Mall

11/18/05

Pentingkah Melabel Diri Untuk Bayi Kita?


Dear Mommies, pernahkah mengalami kejadian dimana si kecil yang berusia 12 bulanan ternyata lebih familiar mengucapkan atau memanggil Ayah, Papi, Papa, atau Abi dan kata-kata itu bisa di ucapkan secara sempurna, ketimbang saat si kecil mengucapkan kata Mama, Bunda, Ummi dan Mami. Bagaimana ya perasaan seorang Mom bila ini terjadi? Kira-kira ada tidak pengaruhnya untuk si anak kelak?

Ada pendapat yang beredar di masyarakat, bila hal ini terjadi maka si anak nanti cenderung lebih menyayangi dan dekat dengan ayahnya ketimbang sang ibu. Walaupun hal tersebut sampai saat ini masih merupakan mitos yang beredar di masyarakat dan belum ada penelitian yang di lakukan secara ilmiah untuk membuktikan hal tersebut, namun sepertinya banyak kalangan ibu yang mengalaminya.

Aku adalah salah satu yang mengalami hal tersebut, ini dimulai sejak jagoanku belajar berbicara. Kata pertama yang ia bisa ucapkan dengan jelas adalah Papa, dan berikutnya Ayah (kebetulan aku biasa memanggil suami Ayah). Saat itu aku hanya berpikir mungkin sekarang dia lebih gampang melafalkan kata ayah, tapi anehnya hingga ia berusia 17 bulan, kata Bunda belum pernah aku dengar terucap oleh anakku. Namun aku selalu berpikiran positif terhadap perkembangan jagoan aku, tetapi belakangan ini kok aku jadi merasa iri dengan suami ya, soalnya aku merasa jagoan kami lebih dekat dengan Ayahnya ketimbang Ibunya. Misalnya, aku dan suami selalu pulang kantor bersama-sama. Saat tiba dirumah, anakku selalu menyambut kami dengan memanggil ayahnya dan langsung minta digendong. Sedangkan Ibunya dicuekin aja tuh. Sedih kan rasanya kalau capek setelah kerja seharian eh dicuekin sama baby yang dikangenin seharian.

Berangkat dari situ, aku berusaha untuk introspeksi diri, dan coba melihat "flashback", dan memahami keadaan yang sebenarnya. Akhirnya aku berkesimpulan mungkin kedekatan anakku dengan ayahnya disebabkan oleh jagoan kami bingung karena sedari lahir aku sudah melabel diri aku dengan sebutan "Bunda", sementara kata bunda sangat sulit ditiru oleh bayi yang sedang mengenali lingkungannya, terutama mengenali kedua orang tuanya. Kalau aku telaah secara awam, kata BUNDA mengandung huruf-huruf yang pengucapannya sulit untuk ditiru oleh bayi yang baru belajar bicara. Lagipula kata bunda bukan merupakan kata yang dapat diucapkan dengan singkat. Bayi-bayi yang aku amati umumnya lebih mudah mengucapkan kata Mama, tetapi karena kata Mama tidak pernah kami sebut kepada anak kami, maka sampai sekarang sangat jarang kata Mama diucapkan oleh jagoanku.

Mengingat anakku sudan 1,5 Tahun dan penerimaannya terhadap lingkungan semakin baik, saat ini aku sedang mencoba menstimulasi si jagoan agar mampu mengucapkan kata Bunda. Caraku mudah saja, kata BUNDA aku sebut dengan sesering mungkin di setiap saat ada anakku. Anehnya, beberapa waktu kemudian, bukannya kata BUNDA yang disebut oleh si jagoan malah yang terucap adalah kata lain yaitu "Mama". Kalau aku amati sepertinya jagoan kami mengenal kata Mama dari anak tetangga kami yang sudah bisa panggil Mama dengan baik. Kembali aku bertanya dalam hati "Apakah penting melabel diri kita, kemudian memaksa si kecil menyebutkannya?"

Info Foto: Ryu @ Kids Sport PI (November 2005)
Info Artikel: Publish di www.wrm-indonesia.org

11/4/05

Lebaran Ke Dua Untuk Ryu


1426H merupakan Lebaran kedua untuk Ryu. Tahun lalu Ryu masih terlalu kecil untuk ikut berpartisipasi tapi untuk tahun ini Ryu sudah bisa ikut meramaikan.

Langsung saja ya aku cerita bagaimana hebohnya Lebaran kali ini di keluarga kami. Yang pertama sih, so pasti milih baju koko untuk Ryu. Saat itu pas lagi main ke ITC Depok aku nemu baju koko untuk anak kecil yang lucunya minta ampun jadi deh saat itu aku langsung tertarik dan walhasil baju koko itu menjadi kostum kebesaran Ryu di hari lebaran.

Pas malam takbiran aku sibuk masak untuk menu lebaran nanti sesuai dengan request Ayahnya Ryu, menu kami kali ini sangat standard maklum saja aku kan tidak jago masak jadinya belum bisa bereksperimen dengan menu – menu yang canggih, yang jelas Ketupat menu wajib nya, penggiringnya itu ada Rendang (yang kepedasan akhirnya Ayah Ryu ga bisa menikmatinya), ada opor ayam, Sayur godog betawi, dan Mie goring special sekali, sukses sih acara masak – masaknya, saking saya terlalu sibuk Ryu jadinya angot minta di perhatiin, hehehehe “maaf ya Nak Bunda lagi eksperimen nih masak menu lebaran sendirian”, biasanya sih yang masak bukan Aku tapi tahun ini benar – benar special deh.

Oh iya selain prestasi masak sendirian diatas, Bunda juga punya prestasi yang lain loh, tahun ini puasa bunda hanya bolong 1 hari saja, hip hip hure semoga tahun – tahun mendatang bisa lebih baik lagi yah… “Amien”. Back to topik, Rencananya malam takbiran kali ini kami ingin mengenalkan Ryu dengan Kembang api bakar, tapi karena terlalu sibuk belanja untuk urusan dapur, jadinya kembang api buat Ryu terlupakan. Setelah buka puasa malam terakhir Aya Ryu baru deh sibuk kesana kemari nyari kembang api, ketemu juga sih di Indomaret, tapi sayang seribu sayang kembang apinya jelek banget, sama sekali tidak bisa di bakar , tadinya Ryu agak – agak kecewa, tapi untunglah ada nyala lilin yang bisa mengalikan perhatiannya. Jadi untuk acara kembang api kali ini GATOT alias gagal Total ^_^.

Tibalah hari yang di nantikan, 1 Syawal 1426H, kami semua bangun pagi sekali untuk bersiap – siap kemesjid, kali ini saya niat untuk bawa Ryu sholat Ied. Setelah semua beres kami berangkat kemesjid jam 6AM, jarak mesjid dengan rumah kami tidak terlalu jauh hanya jalan 5 menit saja, Ryu kelihatannya seneng sekali, dan terlihat cute deh (anak sendiri di puji ya heheheh) pakai baju koko yang putih + bawah sejada kecil yang memang kami beliu untuk Ryu. Sesampainya di Mesjid, sudah banyak orang yang mengambil shaft, karena aku takut di tengah2 acara Ryu nangis, akhirnya aku ambil tempat di teras mesjid saja.



Kepagian kali ya kemesjidnya? Emank iya sih kami tiba jam 6.05Am sementara acaranya baru di mulai jam 7AM, kebayang donk gimana Ryu nantinya. Well well di menit2 pertama Ryu masih coba mengamati lokasi baru yang ia datangi, anteng aja duduk di pangkuanku, sampai Ibu2 lain pada muji “Duuh anaknya anteng banget ya Bu”, aku seneng deh di bilang gitu, tapi lama kelamaan Ryu mulai booring, akhirnya susu yang aku siapkan di munum pas acara sholat Ied, Ryu minum 15 menit sebelum acara.

Setelah jam 7AM, kami memulai sholat, huaaaaaaaaaaaaa mulai deh Ryu bertingkah tiba2 saja dia hilang dari pandangannku, saat itu aku langsung deg deg kan takut Ryu hilang atau keluar masjid, tak berapa lama dia muncul lagi sambil ketawa2, “lucu ya Ryu bukannya nangis tapi malah muter2 saja di depan orang”. Entah apa yang terjad tiba2 Ryu narik2 mukenah Ibu2 yang lagi sholat dengan khusyuhnya di sampingku, tadinya aku coba untuk konsen di sholat ku saja, tapi lama2 ko si Ibu kayaknya jadi terganggu, akhirnya dengan spontan aku ambil Ryu dan aku dudukkan di depanku setelah itu aku lanjut sholat lagi, Eh bukannya Ryu nya anteng dia malah mulai lagi narik mukenah ibu tadi bahkan si Ibu tadi di pukul2, gubraxxxxxxxxxx aku langsung memutuskan berhenti sholat saja di rakaat ke dua, sayang seribu sayang sih mungkin bukan rejeki aku kali tahun ini bisa sholat Ied, semoga taun depan di kasih kesempatan lagi.

Kepanjangan ya ceritanya, pasti pada bosen ^_*, aku persingkat deh. Setelah balik dari mesjid kami sungkem2an setelah itu Ryu nya langsung teler deh bobo dia. Bangun tidur langsung ke rumah “Eyang ma”. Di rumah Eyang Ma Ryu dapat angpao hehehe, jadi deh Ryu kenal dengan duit juga after kami berusaha untuk tidak memperkenalkan duit dulu, anyway Lebaran tahun ini merupakan Lebaran yang Indah deh Buat kami sekeluarga, baik itu dari segi Ibadahnya, silaturahminya, pernak pernik lebarannya dll deh, komlit semua di kerjakan sendiri dan dengan hati yang Ikhlas. Amien amien semoga Ibadah kami bisa lebih meningkat untuk selanjutnya.

Info Foto:
1. Berfoto dulu yuk sebelum ke Mesjid
2. wah nemu susu kegemarannku nih
3. Emank paling nikmat mimi susu sambil bobo deh.

10/5/05

Another Story About Ryu


Lama juga ya tidak cerita mengenai perkembangan Ryu, Oh iya saat ini Ryu sudah 17 Bulan on da way ke 18 Bulan. Tidak terasa ya, dulu Ryu masih imut2 sekarang dia sudah gede, yang paling keliatan sih tinggi badannya Ryu termasuk tinggi untuk anak seusianya, dan juga yang paling pesat tuh ukuran kaki nya, ampun deh sepatu atau sandal mesti deh hanya bisa di pakai 1 bulan saja, setelah itu pasti sepatu dan sandal itu masuk gudang, ga muat lagi ukurannya.

Saat ini Ryu kena Flu and batuk lagi, hanya seminggu dia sembuh dari flu & batuk ini, kayaknya Ryu tertular oleh saya yang kebetulan lagi flu & batuk juga 9 doain semoga Ryu cepat sembuh ya.

Perkembangan lain Ryu, gigi taring yang atas sudah nonggol begitu juga geraham bawah sudah muncul dua2 nya, yang menyakitkan tuh kalau gusinya lagi terasa gatal, semua orang yang ada di rumah jadi korban, di gigitin satu2 ampun deh sakitnya tak tertahannkan, terkadang spontan Ryu suka kami cubit saking sakit nya, "maafin bunda ya Ryu" :P

Masaalah makan masih tetap sama, susahnya minta ampun. Anehnya nih, Ryu kalau senang sama satu makanan pasti ada masanya, contoh: 2 minggu yang lalu dia senang makan roti, jadi menunya roti terus selama 2 minggu itu, jangan harap bisa nyuapin dia dengan makanan lain, terus seminggu belakangan ini dia lagi doyan makan nasi + kuah sop, jadinya menu dia saat ini itu saja yang lain selalu di tolak, emank susah ya kompromi soal makanan dengan anak sesuai Ryu, lebih susah dari yang lalu - lalu.

Sekarang hari pertama Puasa, pas sahur semalam kami sengaja bangunin Ryu, walhasil rame deh acara sahur semalam secara Ryu lari2an, ngoceh dan teriak2. Oh iya mengenai perbendaraan kata Ryu sampai saat ini bener2 masih minim, Ryu memang kalau ngoceh nya tuh mantap banget serasa nyambung aja kalau ngomong tapi sayang kita orang dewasa belum mengerti apa yang dia ucapkan. Yang sudah jelas dia ucapakn seperti: Ayah, enaak, mimi, cak (cicak), pusss (kucing), mama (jarannngg bgt dia ucapin), ya (iya). Kayaknya kata2 itu saja yang pernah saya dengar dia ucapkan, apa karena Ryu kalau makan di emut makanya agak - agak telat ngucapin sesuatu dengan jelas? Who knows la…

Demikian kabar terbaru mengenai Ryu, semoga Tante2 penggemar Ryu hihihi puas ya dengan kabarnya. See you to the next story.

Info foto: Ryu lagi ngumpet di lemari.(salah satu kebiasaan Ryu ngumpet di lemari pakaian)

9/21/05

Parno Dengan FLU BURUNG

Saya ko jadi paranoid dengan FLU BURUNG, secara setiap stasiung TV, Radio, media cetak, I-news, ect. Semuanya bahas FLU BURUNG, rupanya fenomena FB ini benar2 lagi naik daun di JAKARTA dan sekitarnya.

Tadinya saya tidak terlalu notice, tapi begitu jagoan ku Ryu kena FLU & batuk sejak tgl 12 Sept sampai dengan 2 hari yang lalu, baru deh saya deg deg kan, baru deh saya bimbang apakah harus saya bawah Ryu ke dokter atau enggak. Tapi Alhamdulillah ke bimbangan saya, rasa deg deg kan saya agak reda 2 hari belakangan ini, secara Ryu sudah mulai sehat kembali, batuknya dan flu nya berangsur hilang, dia juga sudah mulai lincah seperti sedia kala, sudah mulai teriak - teriak lagi, dan sudah mulai minum susu seperti biasa.

Thanks to God yang sudah kasih kesabaran dan kesehatan buat Ryu, dan kami sekeluarga. Also thanks to teman2 milist WRM yang sudah mendoakan Ryu ga, again thanks a lot ya Mommie's.

Semoga Fenomena FLU BURUNG ini segera teratasi.

9/16/05

Bila Diare Melanda


Baru kali ini Ryu ngerasain Diare, awalnya beberapa hari yang lalu Ryu flu and batuk berdahak, tapi sejau pantauan saya Flu & Batuknya tidak terlalu mengganggu, hingga Rabu malam/14 sept, Ryu bangun sekitar jam 9.30 malam, memang saat itu kami tidak nyalain AC karena Ryu masih flu jadi udaranya berasa panas. Tapi kayaknya Ryu terbangun karena dahak di dadanya menggangu sekali, jadinya dia tidak merasa nyaman, mana lampu saat itu sedang padam lagi, dan ayahnya sudah terlelap. Akhirnya saya dan Ryu keluar ke ruang depan duduk2 saja pandangin lilin, eh ga di sangka malah Ryu joget - joget tanpa iringan musik, aku bingung secara Ryu kan baru bangun dari tidur ko tiba - tiba joget sih. Setelah beberapa saat saya baru sadari kalau Ryu senang melihat nyala lilin yang bergerak - gerak makanya dia asyik berjoget ria.

Setelah capek joget - jogetan sendiri, akhirnya Ryu bangunin ayahnya, jadi deh malam itu Ryu, bunda and ayah berjoget ria di iringi dengan nyala lilin. Waduh ko malah cerita joget - joget ya, bener - bener melenceng dari topiknya, maaf ya pembaca hehehehe.

Back to topik lagi. Setelah joget, Ryu langsung rewel rupanya dahaknya tuh minta keluar, tapi Ryu belum tau gimana cara mengeluarkan dahak itu, akhirnya dia nangis - nangis, tapi ga berapa lama, dahaknya keluar juga secara Ryu langsung muntah setelah minum susu. Setelah badannya enak, saya langsung mijat Ryu pakai minyak telon, setelah itu Ryu aktif lagi ngajak main, padahal jam sudah menunjukan jam 12.45 tengah malam (bener2 deh ngerjain bunda & ayah). Saya persingkat ya takutnya pada bosen :, tidak berasa sudah subuh jam 4.30 Ryu bangun dia langsung ee dan ee nya ini cair berwarna hijau pucat, langsung deh aku notice ini diare, secara Ryu semalam muntah dan badannya pagi itu agak - agak hangat, tapi saya tidak panic dong ingin langsung bawah Ryu ke dokter ^_*, maklum saja sudah pinter sejak gabung dengan WRM.

Setelah ninggalin pesan dan kesan ke assistant Ryu, akhirnya saya dan ayah berangkat ke kantor. Sampai kantor langsung call rumah cek cek perkembangan Ryu sambil browsing di internet bagaimana cara menangani anak yang diare. Seharian (Sep 15) Ryu total ee 4X, ee nya ini cair dan berwarna hijau kekuningan dan pucat, kayaknya Ryu ee setelah makan sesuatu.

Dari hasil browsing, aku dapat tips dan trik yang akhirnya saya praktekin saja ke Ryu. Saya belum ada pikiran untuk bawah Ryu ke dokter, mengingat dalam sehari Ryu hanya buang air 4X, dan juga warna ee nya belum berwarna merah atau kehitaman, juga Ryu masih aktif lari - larian, dia sama sekali tidak lemas. Alhamdulillah semalam dan hari ini dia belum ee lagi sih. Semoga Ryu bisa melewatin masa - masa indah kena Diare, even Diare yang Ryu hadapin kali ini tidak tergolong berat, walahualam semoga Ryu ga' ngalamin lagi deh… Amien amien.

Oh iya di bawah ini artikel yag aku dapat saat browsing mengenai Diare, lumayan bisa nambah pengetahuan:
DIARE.
Diare merupakan keadaan dimana seseorang menderita mencret-mencret, tinjanya encer dan kadang muntah-muntah. Diare juga disebut dengan muntaber ( muntah berak), muntah mencret atau muntah bocor, kadang tinja penderita mengandung darah dan lendir dan diare juga menyebabkan cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja.

Bila penderita diare banyak sekali kehilangan cairan tubuh maka hal ini dapat menyebabkan kematian terutama pada bayi dan anak-anak usia dibawah lima tahun.

Penyebab diare penyebab diare yang terpenting adalah:
-karena adanya peradangan usus: karena kolera, disentri, bakteri-bakteri lain, virus dsb.
-karena kekurangan gizi: kelaparan, kekurangan zat putih telur
-karena keracunan makanan
-karena tak tahan makanan tertentu: karena bayi/anak tak tahan meminum susu yang mengandung lemak atau laktosa.

Terjadinya diare:
Diare dapat ditularkan melalui tinja yang mengandung kuman diare. Air sumur atau air tanah yang telah tercemar kuman diare, atau makanan dan minuman yang telah terkontaminasi kuman diare, atau tidak mencuci tangan sebelum memberikan makan/minum pada bayi/anak, memasak dll yang tanpa disadari sebenarnya tangan telah terkontaminasi kuman diare yang tak tampak oleh mata telanjang.

Cara menolong penderita diare:
Minumlah garam oralit untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan tubuh karena diare, minumlah cairan oralit sebanyak mungkin penderita mau. Berikan minuman/ jus buah yang disukai anak, tetap susui bayi yang menderita diare karen asi terbukti memberikan perlindungan dan ketahanan bagi anak.

Bila diare tidak kunjung berhenti segeralah bawa anak ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cara mencegah diare
-Buang airlah ditempatnya dan tidak disembarang tempat, latih anak untuk buang air dikakus
-Cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan.
-Cuci tangan sebelum memasak makanan dan pastikan tangan anda selalu bersih ketika memberikan makan pada bayi atau balita. Pastikan peralatan makan dan minum anak bersih dan tidak terkontaminasi kuman apapun juga.
-Untuk bayi usahakan selalu memasak/merebus peralatan makan dan minumnya terlebih dahulu.
-Minum dan makanlah makanan yang sudah dimasak. Hindari memberikan makanan setengah masak/setengah matang pada anak.
-Pastikan air yang dimasak benar-benar mendidih.
-Berikanlah ASI selama mungkin kepada anak, disamping pemberian makanan lainnya.
-Bayi yang minum susu botol lebih mudah terserang diare dari pada bayi yang disusui ibunya.
-Tetap menyusui anak walaupun anak terserang diare.
-Pastikan tangan sipengasuh tetap bersih ketika mengasuh anak atau memberikan makan dan minum pada anak.
-Jaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan tempat tinggal. (Bunda)

8/29/05

Ryu Goes To Gramedia


Berhubung minggu depan Bunda udah mulai Kuliah, jadinya weekend kali ini Ryu, Ayah and Bunda visit Gramedia Depok untuk beli keperluan Kuliah Bunda. Ryu seneng sekali soalnya Bun & Ayah mau ngajak Ryu, yang lalu lalu kalau ke Gramedia mesti deh Ryu ga di ajak, kata Bun "Ryu ga usah ikut ya, tar Ryu ngobrak ngabrik komik", itu yang selalu Bun bilang setiap kali mereka mau ke Gramedia.

Padahal Ryu kan enggak gitu, Ryu kan pencinta buku, semua buku koleksi Ryu, selalu deh terawat dengan baik, ga pernah tuh Ryu sobek skalipun, paling Ryu gigit gigit aja and Ryu corat coret pakai crayon.

Mungkin Bunda udah ngerti kali sekarang, Ryu kan udah gede jadinya di ajak deh. "Hoooreeee, Ryu bisa ke gramedia deh", teriakku dalam bahasaku. Berangkat lah kami di siang yang terik ini, untungnya Depok ga macet jadinya perjalanan kami lancar2 saja. Sesampainya di Gramed aku seneng sekali, aku meronta ronta biar Ayah menurunkan aku, soalnya kalau di gendong aku kan ga bisa berlari sana dan sini, Bunda ga tau tuh sudah hilang dari pandanganku, kayaknya Bun sibuk nyari2 keperluan kuliahnya. Sementara Aku lari sana dan sini, teriak teriak ngeliatin banyak sekali pajangan yang ngejreng - ngejreng, "Ayah ngapain ya, ko ngejar2 aku terus", pikirku dalam hati.


Akhirnya, aku di gendong lagi oleh ayah, di ajak ke bagian mainan anak kecil, tapi aku ga tertarik lagi dengan mobil2an, soalnya kalau main mobil2an cepet rusak, sekali banting ban nya langsung copot, aku ogah kalau di beliin mobil2an lagi deh. Eh ada boneka Dora, aku pingin ambil tapi ga nyampe, bunda dan ayah juga ga beliin padahal aku suka, "Asik asik bunda nawarin aku guling Pluto", langsung saja aku ambil dan aku langsung gigit saking gemesnya, tapiii belum sempet ke gigit bunda udah narik balik guling itu dan di simpan lagi di lemari pajangan, "huhuhu bunda nih ko di simpen lagi" pikir ku dalam hati.

Setelah muter - muter gramedia ½ jam, Bunda tertarik befoto di foto box, akhirnya kami bertiga berfoto - foto deh, sebenarnya sih Ryu masih kesel nih soalnya Ryu ga di beliin guling tadi sih. Setelah berfoto Ayah ngajak Ryu nongkrong di depan Gramedia ngeliatin anak mahasiswi yang keluar masuk gramed, duh cakep - cakep deh. Ga lama kemudian Bunda muncul bawah hasil foto yang tadi, aku ga tertarik habis masih kesel ga di beliin guling Pluto. Akhirnya kami pulang deh kerumah. Walaupun ga di beliin guling Pluto, aku tetep seneng di ajak ke Gramedia.

Posting By Ryuga

8/18/05

Ryu dan Bahasa Isyarat


"Enggak boleh ya sayang", "Jangan ya", "Ryu jangan manjat", "Nak ga boleh ke situ", "Nak Jangan pegang itu". Kata kata tersebut di atas sering sekali terdengar di dalam rumah kami, bukan apa - apa pergerakan Ryu putra kami yang berusia 15 Bulan saat ini, sangat cepat dan tak terduga, kata orang sih Ryu termasuk anak yang aktif sekali. Repotnya nih semua kata kata sakti di atas tidak di mengerti oleh Ryu. Entahlah dia tidak mengerti maksudnya atau dia salah mengerti kata - kata itu. 



Meleng dikit, Ryu sudah manjat meja, lengah sedikit Ryu sudah narik - narik kabel TV, DVD, Telpon dll, nyantai dikit Ryu sudah buka pintu rumah and kabur ke halaman "fiuuuhhhhh", capek rek… ngejar - ngejar Ryu. 



Nah kemarin tepatnya Agustus 17 terbersit ide untuk untuk menggunakan bahasa isyarat untuk menyampaikan larangan ke Ryu. Saat itu Ryu lagi getol - getolnya manjat meja tamu dan langsung mencet - mencet stop on/off lampu, jadi deh ruang utama kami seperti diskotik lampunya nyala and mati, karena di mainin Ryu, nah saat itu aku langsung bilang "Ga' boleh ya nak ya?" sambil mengangkat telunjukku ke hadapannya sambil aku ayun jari telunjuk itu ke kiri dan kekanan, awalnya sih dia masih tetap cuek dan meneruskan aktifitasnya, tapi aku ga menyerah aku ulang lagi kejadian itu hingga beberapa kali.



Walhasil trik itu berhasil setelah di ulang - ulang, kalau aku sudah mulai memainkan jari telunjuk dia malah ikut-ikutan ngangkat jari telunjuknya dan nunjuk aku sambil tersenyum, duuuuhh guemeessss banget deh saat itu ngeliat tingkah Ryu yang menjiplak bahasa isyarat untuk melarang tadi. Alhamdulillah sepanjang tgl 17 agustus kemarin Isyarat larangan dia ikutin dan bisa di pahami dengan baik, semoga selanjutnya dia bisa pahami isyarat - isyarat yang lainnya

8/16/05

Teawalk Ke Puncak


Dalam menyambut kemerdekaan RI
yang ke 60, di lingkungan rumah kami kebetulan di adakan acara Piknik bareng ke
Gunung Mas puncak bogor. Tepatnya Tgl 14 Agustus/Minggu, Kami sekeluarga
berpastisipasi dalam acara ini, seminggu sejak hari H kami sudah sibuk
mempersiapkan keperluan ke puncak, yang paling heboh mempersiapkan kebutuhan Ryu,
maklum saja agenda acara ke puncak kali ini banyak banget, mulai dari acara Tea
Walk, Lomba untuk Ortu dan anak anak, padat banget pokoknya. Ryu sih ga ikut
lomba dia hanya kami ikutkan acara Tea Walk, cerita detailnya demikian.



Planningnya kami berkumpul di Bus itu jam 5.30pagi, kami sekeluarga sih on time tapi
ternyata yang lain telat sampai 30 Menit, penyakit bosenan Ryu kumat dia ngambek
pas nyampe Bus karena Bus nya ga jalan2 maklum saja nungguin peserta yang lain.
Setelah semuanya ngumpul akhirnya Bus berangkat juga tepat jam 6.00 pagi, Ryu
seneng sekali naik Bus maunya jalan2 sendiri di atas Bus, mungkin kecapean
akhirnya Ryu tidur juga di pangkuan Ayahnya. Tepat Jam 7.30 kami sampai di
Puncak Mas, udaranya segar sekali Ryu senengnya bukan main bisa main di alam
bebas, dia langsung lari – lari ceria. Acara penyambutan oleh ketua panitia
dan pak RT pun selesai.



Akhirnya tiba juga acara yang di nanti TEAWALK, berangkat lah rombongan kami, oh iya
karena rombongan kami banyak di ikuti oleh anak2 akhirnya di putuskan untuk
mengambil rute yang 3 km saja, judulnya TEAWALK tapi Ryu kebanyakan di Gendong,
berhubung jalannya ga mulus dan banyak tanjakan serta turunan pula. Yang gendong
sih kebanyakan Ayah, bunda cuman gendong bentar aja hehehe, capek bo. Suenengnya
kami finish di urutan pertama.



Setelah acara TEAWALK, di lanjutkan acara untuk Bapak2, Ibu2 dan Anak2. Ryu masih
terlalu kecil untuk acara2 tersebut, dia akhirnya bermain sendiri di taman, lari
sana dan sini, sambil guling gulingan, seneng deh ngeliatin Ryu bisa lari dengan
bebasnya, yang pegel sih kita kita juga ngikutin dia kesana kemari.




But anyway acara kemarin tuh sukses banget, setelah semua perlombaan selesai, kami
akhirnya pulang dari puncak jam 15.30 sore, jalanan macet cet cet , nyampe rumah
jam 17.30. Ryu langsung mandi, makan dan bobo deh. Syukur nya nih, Ryu enggak
ngambek selama di puncak dan malamnya dia juga enggak rewel kecapean or pegel
– pegel. Acara memang sukses untuk pengurus Piknik dan Ryu, semoga untuk acara 17 Agustus tahun depan Ryu sudah bisa ikut berpartisipasi ,
amien.

8/12/05

Ryu & Ayah


Beberapa minggu terakhir ini aku perhatiin Ryu ko deket banget dengan Ayahnya, Ajaib banget kata AYAH dan arti kata AYAH sudah bisa dia ucapkan dan mengerti. Bangga? Tentunya iya donk, sebagai seorang Ibu aku seneng banget ada sesuatu yang baru dengan Ryu, tapi sebagai seorang Ibu aku tentunya sedih juga ko sampai saat ini Ryu tuh paling ga bisa dan ga pernah kedengaran bilang BUNDA! 

Berbagai pertanyaan timbul di benakku, Apa karena kata BUNDA itu susah? , Apakarena dia jarang mendengar kata BUNDA di sebut - sebut? Atau karena aku tidak mempunya banyak waktu bermain dengannya?. Masih banyak pertanyaan yang mengisi benakku tapi sutrala, toh suatu saat dia pasti akan bisa bilang BUNDA. 

Tapi bukan itu saja, kedekatan Ryu dengan Ayahnya juga akhir2 ini buat aku jadi jealous banget, setiap kali kami tiba di rumah mesti deh Ryu langsung minta gendong ke Ayahnya, dia ga pernah tuh nyari Bunda nya, begitu juga kalau mau berangkat kerja. Ko bisaaaa ya?? Huaaaaaaaa aku jadi sedih nih ko putraku lebih deket ke Ayahnya?. Ayah bagi2 donk resepnya ko bisa kayak gitu, hehehe.  


Anyway Aku seneng, di usia Ryu yang ke 15Bulan ini semakin banyak saja perkembangan yang takjub, mulai kegigihan Ryu naik ke meja, Bangunin Ayahnya setiap pagi, Bangunin bunda untuk buat susu (cara banguninnya nih rambut aku di jambak Ryu sambil dia ngomong pakai bahasa Bayi, hehehehe lucu deh liatnya), pegang crayon trus nyoret2 dinding, pokoknya banyak deh. 15 Bulan memang menyenangkan.

8/5/05

Kemarau Yang Basah

Image hosted by Photobucket.com
Tak terasa sekarang sudah bulan Agustus, seharusnya sih bulan ini masih masuk dalam musim kemarau ya?, tapi di Depok curah hujan ko malah setiap hari, well karena beberapa waktu yang lalu Ryu pernah kami kenalkan dengan aktifitas mandi HUJAN. Walhasil dianya malah ketagihan, kata orang rumah ketika Hujan turun, mesti deh Ryu nunjuk - nunjuk keluar rumah, kata tante nya Ryu, itu tandanya Ryu minta mandi hujan... "so tau ya tantenya :p"

Image hosted by Photobucket.com
Weekend kemarin hujanya deras banget, Ryu langsung bertingkah ingin keluar rumah, akhirnya kami memberi kesempatan lagi ke Ryu buat mandi hujan. Ibaratnya nih ga ada matinya bo, Ryu malah triak - teriak and lari sana sini walaupun bibirnya udah keliatan pucat. Karena ngeliat Ryu nya lucu banget, secepat kilat bunda mengabadikan Ryu yg sedang mandi hujan dan kedinginan "Bunda emank tega nih":D

7/25/05

Salon Balita

Ternyata bukan Bundanya saja nih yang bisa ke salon, Ryu juga punya salon khusus ternyata.

Setelah tanya - tanya Mom di milist WRM, akhirnya dapat info beberapa salon balita sebagai berikut:
* Kiddy Cuts
- Lokasi : Pondok Indah Mall, Jaksel
- Harga : Rp.80,000

* Purrel Lt2
- Lokasi : Jl. Wolter Monginsidi (Sebelah Santa), Jaksel
- Harga : Rp.35,000

* Salon Familly
- Lokasi : Di ITC Fatmawati, Lt.Dasar (Dekat Tepanyaki)
- Harga : Rp.25,000

*
- Lokasi : Taman Anggrek Mall (Dekat Galeria), Jakarta Barat

* Fun Cuts
- Lokasi : Lippo Supermal, Karawaci - Tangerang (Lantai 2)
- Harga : Rp. 30,000

* Kiut Kutz
- Lokasi : Bintaro Plaza , Jakarta selatan
- Harga : Rp. 25,000

Tapi, setelah liat letak salonnya agak jauh juga dengan rumah, dan Bunda ga punya banyak waktu buat nganterin Ryu, akhirnya rambut gondrongnya Ryu di potong oleh Tante Mis (Adik nya Bunda) , jadi deh rambut Ryu rapi walupun tidak sebagus kalau di potong di salon, anyweeyy thanks a lot ya Tante ^_^
Image hosted by Photobucket.com
Potong Rambut sambil Liat Iklan

7/22/05

Anakku belum bisa berinteraksi dengan baik?

Image hosted by Photobucket.com
Suatu malam yang dingin sedingin suhu AC 18 celcius di kamarku. Saat itu putraku Ryu sudah tidur dengan pulasnya, sambil nungging memeluk gulingnya, rasanya gemes ingin meluk dia dan menciuminya hingga puas, tapi niat itu aku urungkan karena takut Ryu terjaga.

Hubby membuka percakapan mengenai kerjaannya, mengenai aktifitasnya beberapa hari terakhir ini yang kebetulan agak sibuk sampai harus nginap di rumah bosnya untuk menyelesaikan project mereka, tiba2 saja pembicaraan jadi mengarah ke anak si bos yang lebih tua 2 minggu dari Ryu, bisa di bilang mereka seumuran.

Well, hubbyku membandingkan perkembangan Ryu dengan anak bosnya sebut saja namanya “Kae”, “Bunda ko Kae sekarang sudah bisa berinteraksi lebih baik dari Ryu yah?”. Mulai lagi deh, gumanku dalam hati. “Memang Kae interaksi nya gimana?”, “Ya seperti kalau di tanya Balon yang mana?, Kae nya langsung ambil balon tersebut dan balon tersebut di kasih ke suster nya. Dia juga sudah bisa… “. Duuuuhhh ko bandingin sih?, Rasanya saat itu aku ingin bilang gitu ke hubbyku tapi aku urungnkan niat itu , aku sok sok cool saja jawab, “Ya, wajar saja Kae kan udah sekolah sejak usia 6 Bulan, sementara Ryu kan enggak”. Ampuh juga jawabanku, saat itu hubby langsung setuju dengan jawabannku.

Memang betul Kae sudah di sekolahkan oleh ortunya sejak usianya 6 Bulan, wajar saja kan kalau dia selangkah lebih maju dari Ryu. Tetapi di balik itu semua, aku juga jadi was – was apakah memang Ryu telat dalam hal berinteraksi dengan sekitarnya?, memang terlalu naïf sih kalau aku berpikiran begini, tapi sebagai orang tua wajar kan kalau aku sampai mikir seperti ini.

Kalau di perhatikan Ryu anaknya sangat aktif sekali, mulai dari bangun jam 5.00AM dia sudah triak – triak, mainannya di oprek – oprek, buka buku yang memang kami beli untuk dia, nonton nick jr sampai denger lagu lagu di MTV , belum lagi aktifitasnya siang hari sampai sore dan malam, serasa Ryu punya energi banyak sekali, jadi deh Ryu ga’ mau diam di satu tempat, eksplore eksplore trussss… , bahkan beberapa kali Ryu di komplain oleh tetangga katanya suara Ryu suka terdengar hingga ke rumah mereka. Siap2 deh Ryu kena somasi karena menganggu kenyamanan tetangga hehehehe, My neighborhoods just kidding deng.

Anyhow, aku sangat senang dengan perkembangan Ryu yang tergolong aktif dan cerdas, walaupun masih belum bisa di ajak berinteraksi dengan baik, maklum saja Ryu anaknya bosenan. Apa semua batita begitu ya?? . Rasanya ga ada habisnya ya mikirin anak dan perkembangannya, selalu saja timbul pertanyaan dan pertanyaan.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11.30PM, sangat jarang aku terjaga selarut ini. Setelah membuat susu hangat untuk Ryu aku berikan botol itu ke Ryu, refleks botol itu di ambil dan diminum sendiri sambil merem, akhirnya aku terlelap juga dalam tidur dan thanks to god karena Ryu sudah dua bulan terakhir ini selalu pegang botol susunya sendiri.

7/12/05

TRIK & TIPS Makan Ryu

Good bye makan dengan piring, sendok bergambar nemo dan tokoh kartun yang menarik perhatian. Good bye makan sambil mutar – mutar kompleks naik sepeda. Good Bye makan sambil liat iklan. Good bye makan sambil… Pokoknya Good Bye deh…

**TRIK**
Sekarang Bunda dan Team sudah ketemu trik biar Ryu mau makan. Yaitu, Ryu hanya mau makan kalau pakai piring, sendok orang dewasa dan makan di depan TV sambil memangku piring tersebut. Kebayang kan gimana repotnya jagain Ryu mangku piring pecah belah, belum lagi seluruh tubuhnya penuh nasi dan segala jenis makanan… Tapi so far so good, secara Ryu bisa menghabiskan makanan sesuai porsinya. Tapiiiii, ada tapinya juga… Si Anak jangan di paksa untuk makan.

**TIPS**
Berkat tips dari tetangga (Dapat di arisan RT nih), katanya anak seusia Ryu jangan di paksa makan, kalau dia lagi ga pengen ya udah di stop aja. Suatu saat dia pasti minta makan sendiri, dan juga jangan takut berat badannya turun, yang penting si anak sehat dan ceria itu sudah cukup baik.

Well sekarang Trik dan Tips ini berhasil kami terapkan, after sekian banyak TRIK & TIPS yang bunda dapat, usia 14 Bulan memang indah dan menyenangkan …

6/30/05

Kontes Bayi Lutjuuu

Image hosted by Photobucket.com

Udah cukup lutjuuu ga sih pic Ryu kali ini :P

Tadinya Pic yang di atas mau di ikutkan kontes bayi lutjuu, Oleh rekan sekantor aku di kampus belio...

Setelah milih - milih pic Ryu yang tepat untuk di ikutkan, Aku dengan semangatnya cetak pic terpili dan submit ke belio...

engingeng... seneng plus deg deg kan semoga Ryu bisa menang hehehehe muluk ya mimpi gue :P. Tapi sayang seribu sayang, besoknya dapat info kalau pendaftaran sudah tutup huehuehuehue, kecewa deh penonton kali iniii,secara Ryu ga jadi ikut kontes :P

Papaaaa, Ayaahhhh vs Mamaaaa, Bundaaaaa?

Image hosted by Photobucket.com

Papaaaaaaaa
Paaapaaapaa
Paaaaaapaaa
Beberapa bulan yang lalu, hampir setiap saat kata itu keluar dari bibir mungil putra kami tercinta Ryu.

Tapi sudah beberapa minggu terakhir ini, kata yang paling sering dia ucapkan bukan lagi Paaapaaaaa, tapi……
Aaaayaaahhh
Aaaayaaahhh
Ayaaaaahhhh

Aku seneng banget, Ryu nambah kosa kata baru lagi. Tapi lama - lama ko jadi miris juga nih, secara kata Mamaaa, Bundaaaa tuh paling jarang dia ucapkan…

Kata Mamaaaaaa akan keluar dari bibirnya jika tengah malam si kecil Ryu lagi kehausan dan ingin minum susu, lagi ngantuk dan pingin di nina boboin, pokoknya keluarnya jarang - jarang deh, ajaib bukan?. Sekali kali nya kata Bundaaa keluar saat aku lagi konsen baca buku tiba- tiba, Ryu kecil bilang BUUUNNDAAAAAA , gubraxxx spontan aku langsung samperin Ryu dan ngerayu dia untuk ulang lagi kata bunda tadi, tapi sampai sekarang ga pernah lagi tuh terucap dari bibir mungilnya.

6/13/05

Ternyata Ryu bukan bayi lagi

Rasanya lama sekali ga' curhat mengenai perkembangan Ryuga, maklum Bunda lagi sibuk dengan kerjaan kantor , borongan aja kali ya curhat nya mengenai jagoan kami Ryu omar Amriza…

"Ryu sudah bisa kompromi dengan acara makannya"
Thanks to God, saat ini Ryu sudah bisa di ajak mompromi kalau acara makan tiba, tapi ada syaratnya lo… saat makan harus ada iklan (weleh ini sih sama aja :P), ga mau makan nasi, anakku ini maunya maem kentang saja, doooh kayak orang bule aja ya makannya kentang hehehehe, buah juga mau tapi ga semuanya mau, saat ini sih hanya mau kalau di kasih Anggur & mangga . Oh iya satu lagi sekarang ini Ryu suka minta maem juga lo kalau ngeliat bundanya sarapan pagi jadi deh pagi2 sarapan bareng Ryu ;)

"Gaya Nangis Ryu"
Selama ini aku sering dengar cerita rekan sekantor mengenai anaknya yang kalau nangis atau ngambek suka guling2an di lantai, nah beberapa hari terakhir ini aku perhatiin ko Ryu juga sudah mulai ngelakuin itu ya, kalau lagi kesel ampe nangis pasti deh Ryu nutup mukanya pakai kedua tangannya yang kecil truss tiduran di lantai sambil nungging and nangisss deh…, dooohh gemes banget sih ngeliatnya hihihihi, trus satu lagi style Ryu kalau nangis dia ke pojokan trus nangis tersedu2 huhuhuhu saat itu Bunda lagi kesel jadi kasihan ngeliatnya and lucu pingin ketawa :P

"Sembelit"
Waduuuuuhhh ini sudah terjadi sejak Ryu susah makan, ampun deh kalau lagi kambuh nih sembelit pasti pingin nagis ngeliat Ryu ngeden ngeden ampe mukanya merah and kluar air mata hiks hiks, kalau sudah gitu baru deh kami paksain Ryu maem Buah pepaya , sayur bayam + jelly tapi ini susah banget maklum Ryu kan milih2 makannya kalau dia ga doyan pasti langsung di lepehin…

"Main Lempar batu"
Kebetulan di halaman depan ada batu2 putih yang membatasi teras and rumput, rasanya batu2 putih ini sangat menarik perhatian Ryu jadinya setiap kali keteras pasti deh batu2 ini di ambil dan di lempar ke segala penjuru rumah and halaman hehehehe, suatu saat bunda pun mau di timpuk pake batu, ryu ryu.. ko tega ya… dia piker ga sakit kali ya kalau bunda kena timpuk huehuehue padahal kalau kena pasti deh biru nih body, bukan itu saja segala dedaunan yang ada di taman pasti ga luput dari tangan2 jahil ryu, daun jeruk yang di samping rumah saja sudah gundul secara Ryu suka metik metik…

"Mengigit apa yang bisa di gigit"
Wadooohhh sejak punya gigi kebiasaan ini ga pernah hilang…., Gigi Ryu yang kedelapan baru saja keluar ampunn deh korbannya tuh semua orang yang di rumah, ngeliat paha muncul dikit langsung deh Ryu pura2 meluk trusss "grauuuukk" huaaaaaaaa paha kita2 di gigit , belum lagi ngeliat jempol ga pusing deh jempol tangan atau kaki pokoknya judulnya jempol pasti jadi incaran Ryu no 1 nih… jadi kalau deket2 Ryu jangan pernah kasih jempol ya pasti dia langsung napsu untuk di gigit… :P

Ga terasa jam makan siang bunda sudah habis, udah dulu ya mau lanjut kerja lagi sambil ikut seminar mengenai "DETEKSI DINI & PENANGANAN ANAK BERBAKAT" di WRM.

Oh iya foto2 terbaru Ryu belum sempet aku DL next time pasti di posting.

6/2/05

Pahami Karakter Makan Batita Anda.

"Pusing deh nyuapin putraku, selalu saja makanannya di keluarin lagi!"
"Aku bete sekali dengan putriku, kalau di ajak makan bawaannya malah rewel"
"Anakku labih parah lagi, selalu minta jalan - jalan ke taman, sesampainya disana malah tidak mau makan?"

Haruskah saat makan jadi saat - saat yang tidak menyenangkan buat Anda dan Batita anda? Harusnya sih tidak. Tapi pada kenyataannya kita selalu di buat kesal oleh tingkah batita yang tidak antusias bila acara makan tiba. Dari Majalah Parents Guide yang saya baca, Sangat penting memahami karakter Batita untuk membuat kegiatan makannya menjadi menyenangkan.

Seperti apa karakter makan batita?
Batita menganggap diri mereka dapat melakukan apa saja yang berlangsung di sekitar mereka. Mereka ingin mencoba sagala sesuatu dengan energi, rasa ingin tahu yang kadang membahayakan diri mereka, kadang batita ini pun sangat tegas, sehingga penolakan - penolakan dari mereka sering terlihat. Sebaikanya kita sebagai orang tua membuat batasan - batasan yang tegas untuk batita kita, dan membiarkan batita menikmati kebebasannya dan meneksplorenya dalam batasan - batasan yang telah kita buat.

Sampai di mana tanggung jawab kita sebagai Orang tua?
Interaksi kita dengan si kecil kadang hanya berisi "ngotot ngototan". Kita berkeras membuat mereka membuka mulut dan si kecil berkeras mengunci mulutnya rapat - rapat. Kita memaksa si kecil menghabiskan makanannya, si kecil malah membuang makanannya.

Berikut tanggung jawab orang tua, menurut ahli psikolog anak dan ahli gizi anak Ellyn Satter dalam bukunya "How to Get Your Kid to Eat… But Not too Much":
· Membeli dan memilih bahan makanan
· Membuat dan menyajikan makanan
· Mengatur waktu makan
· Menyajikan makanan dalam bentuk yang dapat di pegang
· Mengenalkan cara makan yang mudah di kuasai
· Membantu anak berpartisipasi dalam acara makan keluarga
· Membantu anak menyelesaikan makannya

Dan yang berikut ini bukan tanggung jawab orang tua:
· Berapa banyak anak makan
· Apa yang anak makan
· Selera makan (kapan si kecil lapar)

Sering kali 3 poin yang menjadi tanggung jawab si kecil, kita sebagai orang tua justru mengendalikannya. Pantas saja si kecil jadi bertingkah!.

5/23/05

Kiddo Kompromi dikit pleaseee…

Image hosted by Photobucket.com
Bunda mau curhat dikit nih. Aku & assistant di rumah di buat pusing 7 keliling, secara Ryu susah banget kalau di ajak kompromi dengan acara makan, dari variasi menu, sampai acara muter - muter kompleks sudah di lakukan tapi tetap saja Ryu ga mau kompromi.

Kadang Aku suka Frustasi sendiri pas dapat giliran suapin Ryu hasil nya nol besar deh ga bakal tuh dapat 2 atau 3 suapan , paling TOP 1 suap itu rekor ku nyuapin Ryu, maklum sekarang Ryu makin pintar lepehin makanan, dan tentunya mengunci rapat - rapat mulutnya.

Kalau konsul dengan DSA atau dengan ortu yang punya same problem jawabannya semua klise, sabar, sabar dan sabar , emang susah ya hadapi si batita ini , oh iya Aku sempet buat Artikel Batita yang frustasi [see www.wrm-indonesia.org], well ga jauh beda dengan Ryu semua sama, memang teori rasanya gampang ya tapiii kalau di praktekin ampunnn deh jauh dari harapan, kalau mau di nilai mungkin aku cuman dapat point 5 * winkwink *.

May 28 nanti Ryu genap 13Bulan , beberapa hari yang lalu berat dia pas di timbang 9.6Kg entahlah ini termasuk normal atau enggak, menurut DSA nya sih "Fine2 aja don't be worry, mam", cuman kadang miris juga kalau bandingin anak tetangga yang kliatan chuby banget :P. Anyway setelah trima suggest dari sana sini akhirnya susu formula Ryu aku combain dengan Pedia Sure yang nota benenya bagus untuk anak yang susah makan, I hope will work to Ryu than.

5/16/05

Pijat , pijat …

Image hosted by Photobucket.com
Ryu said: Enak tenann

Ryu, sekarang punya kebiasaan baru. Pijat , massege atau urut entahlah apa nama spesifiknya, yang jelas kalau rewel dikit akibat kebanyakan main Tante Mis (Adik Bunda) selalu manjain Ryu dengan pijatan ampuhnya, kenapa bisa di bilang AMPUH secara Ryu kalau udah selesai di pijat ama Tante Mis pasti deh jadi tenang and bobo nya pun langsung nyenyak.

Image hosted by Photobucket.com
"Tante Mis yang pake Jilbab"

Bukan Ryu saja lo yang sudah jadi langganan tante Mis, tapi Bunda juga sudah jadi langganannya, wah suatu saat si tante nih harus buka praktek deh hehehehe…

Kalau di perhatiin tehnik mijatnya lumayan OK deh ada alur2 khusus yang dia pijat dengan lembut kalau Ryu pijatnya pasti pakai minyak telon kalau Bunda pakai Minyak kapak setelah itu badan bunda langsung hanget tidurpun jadi pulas kayak Ryu.

Ada dampak negatif nya ga ya, kalau bayi suka di pijat? Kalau Bunda sih ga perlu di Tanya efek negatifnya sudah pasti ketagihan… :D

5/12/05

Batita Mandi Air Hujan

Judul nya sangat familiar untuk para Mommies penghuni milist WRM, sempat di bahas dampak nya Batita mandi Air Hujan, Aku jadi senyam senyum sendiri ingat masa lalu yang suka mandi hujan.

Terlintas reaksi Ryu kalau mandi hujan gimana ya? bakal seneng atau malah ogah?, setelah diskusi dengan Ayah di putuskan kalau hujan turun Ryu akan di perkenalkan dengan aktifitas ini.

Well... makin ditunggu hujannya malah ga turun - turun maklum sih sekarang sudah masuk musim panas, Tapi D-day akhirnya tiba juga, hujannya turun dengan semangat Ryu dan Ayah langsung mandi hujan bareng deh, tapi sayang hujannya kecil jadi hanya 10menit Ryu merasakan mandi hujan setelah itu Ryu langsung mandi air hangat, di pijat pake Minyak telon dan minum susu hanget, apesnya setelah Ryu rapi dengan baju hangat nya si Hujan malah turun dengan derasnya, "Bunda sih ga sabaran" , komen Ayah.

Image hosted by Photobucket.com
Ryu said: Aduh ko hujannya ga deras si Bunda

Sempat worry juga pas malamnya, takut Ryu demam, masuk angin atau gelisah pas bobo, tapi Alhamdulillah ga ada apa - apa , malah Ryu pules banget bobo nya secara sebelum bobo dia di pijat pake minyak telon dulu.

5/9/05

"Tingkah pola Ryuga"

Image hosted by Photobucket.com
Si 1th yang tidak mau diam, yang suka memukul, yang suka teriak dan yang suka membuang semua mainannya. Salah satu artikel yang pernah aku baca di salah satu Majalah Parent's. "Rasanya ko ribet juga ya kalau Ryu suatu saat ngalamin hal kayak gitu?", Itu salah satu pikiran nakal yang terlintas di benakku saat itu, ketika si buah hati memasuki usia 1th pikiran nakal itu terjawab sudah. Aku mau share sedikit tingkah pola Ryu saat ini yang luar biasa sama seperti Artikel yang pernah aku baca ketika Ryu masih di dalam kandungan :

* Si 1th yang tidak mau diam. Ryu tidak pernah betah di satu tempat, tadinya duduk manis di depan TV sambil nonton "NickJr" beberapa menit kemudian dia ke kamar buka semua lemari keluarin isinya setelah bosan dengan itu iya ke dapur buat semua orang pay attention just for him secara rak piring, tempat sampah, dan semua pernak pernik dapur pasti di utak atik well ini sudah jadi rutinitas di rumah kami, tidak sampai di situ saja setelah puas dia ke teras, taman kecil bunda di obok2, batu2 nya di buang, bunga nya di cabut hiks hiks pilu deh ngeliatnya. Kemarin yang lebih parah kebetulan lagi hujan dan biasanya kalau hujan teras depan kami kecipratan air tentunya lantai jadi licin tanpa kami sadari Ryu ke teras depan dan "gubrax" sekian detik kemudian suara tangis Ryu terdengar kencang sekali well dia terjatuh , rupanya dia tergelincir untung ga' ada memar ataupun luka.

* Si 1th yang suka memukul. Terbukti sudah Ryu juga gemar memukul pintu, meja, pokoknya semua yang bisa di pukul, yang lucu nya saat itu Aku , Ryu dan Ayah tidur siang bersama, rupanya Ryu kebangun duluan seperti biasa kalau bangun dia suka main sendiri, ngoceh sendiri, kemarin dia juga melakukan itu cuman apesnya Bunda kena pukul HP yang di pegang Ryu bletax *cartoon Japan style mode on* walhasil kepala bunda bengkak and biru , Ayah yang saat itu masih tertidur pun langsung bangun secara benturan Hp dengan kepala bunda kencang sekali bunyinya, dalam hati bunda pingin marah dan ingin cubit Ryu tapi perasaan itu aku luluh setelah liat expresi Ryu yang merasa bersalah jadi pengen meluk dia deh.. butuh kesabaran extra nih hadapin Ryu saat ini.

* Si 1th yang suka teriak, wah sebelum setahun pun Ryu sudah gemar teriak2, apa lagi kalau dia sudah bangun subuh2 jam 4.30 pastinya seisi rumah jadi ga nyaman deh dengan teriakan Ryu , emank anak Bunda & Ayah ini ngerti bener kalau ortunya harus bangun siap2 untuk kekantor.

Image hosted by Photobucket.com
* Si 1th yang suka membuang semua mainannya, Well ini juga di alamin oleh Ryu hiks hiks, semua mainannya berceceran di penjuru rumah, mulai kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi , teras, taman pokoknya semua tempat, even kami sudah fokuskan tempat bermain buat dia di 2 tempat kamar dan teras samping but doesn't work at all, pada dasarnya si 1thn ini bosenan jadi dia ga mau focus di 1 tempat, walhasil seisih rumah jadi arena bermain buat Ryu.

4/12/05

The Ring Telepon!

April 11, 2005 / 10.15AM

Tulali tulalit tulalit ....
Bunda : Aduh pagi2 ko cellphone udah bunyi sihh..
"Kebetulan masih pagi jadi cellphone masih di tas, buru2 cari cellphone
and call id yg muncul HOME"
Bunda : Assalamualaikum... "Terdengar suara Aunty Mis di ujung sana"
Aunty Mis: Walaikumsalam...
B : Ada apa Mis?
AM : Bunda... tau ga? barusan Kk Ryu jalan 8 Langkah lo... "Ujar AM dengan semangatnya..."
B : Apaaa??? "terkejut mode on" Seriusss lu?? kiddinggg kan??? "still terkejut mode on"
AM : Seriusss Bunda, kita [Ryu's Sitter & Uncle ] aja saking kagetnya kompak teriak... "ujar AM a bit histeric"
B : Pasti di pegangin kan?? "ga percaya mode on ;)" ga mungkin sebanyak itu
langkahnya? kemarin aja baru 2, 3 langkah ko?
AM : Aduhhh bunda ini serius ko ngapain bo'ong sih "nada meyakinkan"
B : Di rekam ga? "sayup2 terdengar suara Ryu yg triak2"
AM : La wong jalannya mendadak ko, mana bisa sedian handicam "ngeledek mode on"
B : Aduh jadi pengen ngeliat sendiri nih... tolong di awasin ya jangan sampai kejedot "seneng mode on"
AM : Iya pasti, yoweeess itu aja sih report nya , udah dulu ya.. see ya...
B : Ok tolong updated ya perkembangannya "still seneng mode on"
AM : Ok "sambil menutup cellphone""

4/5/05

My First Titah

Artikel ini seharusnya di publish sebelum "My First Step". Tapi berhubung ayah Ryu
lupa, makanya baru sekarang.

Sudah 5 bulan usia Ryu dan banyak perkembangan terjadi. Salah satunya, Ryu mulai duduk, kemudian perlahan-lahan merangkak (titah). Lucu ngeliat Ryu berusaha keras dengan wajah serius untuk menyeimbangkan tubuhnya saat akan merangkak. Seakan-akan dia sudah bosan digendong kesana kemari dan pengin bergerak sendiri kearah yg dimaui. Melihat usahanya untuk merangkak dan seringkali terjatuh, tetapi tidak pernah menangis. Jadi terasa sekali kalo Ryu bakal jadi anak yang berkemauan keras. Kecuali kalo dipaksa melakukan apa yg ia ga mau, Ryu baru merengek. Banyak hal lain yang akhirnya ikut berkembang ketika Ryu mulai semakin mobile dengan titahnya.

Ryu semakin suka penasaran dengan ruang disekitarnya. Mendatangi benda2 yang menarik dan melakukan hal2 lain yg ia inginkan. Sayangnya, makan bukan termasuk hal yg ia pengin. Jadi deh tugas orang tua menjadi yang katanya sulit memang terbukti sulit: memberitahu apa yg baik/harus dan yg salah/tidak boleh tanpa menimbulkan rasa takut pada bayi/anak. So far sih sepertinya soal makan Ryu masih susah. Tetapi akhirnya km dapat bantuan eksternal agar Ryu mau makan.

Walaupun katanya berefek samping negatif, TV sudah menjadi bagian isi Rumah dan menghiasi kehidupan sehari2 dirumah. Dengan tampilannya yang cemerlang dan suaranya yang cukup keras, akhirnya Ryu pun menengok ke layar kaca. Bahkan, dengan iklan di TV Ryu bisa menghabiskan makanannya. Yap, bantuan eksternal itu adalah TV. Padahal ayah bunda udah komit ga mau ngenalin TV sampai usia balita. Ayah bunda akhirnya komit (sekali lagi dan udah dijalankan), nanti kalo Ryu dah mulai bisa ngomong akan menjadi buku sebagai "media utama" dan TV sebagai media tambahan.

Sekarang Ryu udah punya banyak buku, hanya saja masih jadi alat penggaruk gigi/gusi yang gatal hehehehe...dan yg memberi pengharapan adalah at least dia hanya melihat TV pada saat iklan (logika aja, orang dewasa aja suka, apalagi bayi hehehe...)dan pada saat acara Blue's Clues (cuma pas Blue-nya nongol, selain itu ogah2an nontonnya). Ryu juga sempet suka liat Maisy, tapi karena pindah jam tayang, Ryu jd jarang nonton. Kesaing sama tontonan tante2-nya hehehe...

Ok that's all for now. See you again with Ryu's newest pictures and Ryu's most updated story in:
"My 1st Birthday"

3/24/05

Ryu First Step

Maret 13, 2005 tepatnya 10Bulan 2Minggu usia Ryu.

Saat itu kami sedang seru2nya nonton salah satu acara di TV swasta, Ryu yang dari tadi asik bermain ngejar Bola sampai2 tidak kami perhatiin tapi ko tiba2 hening??? eeeehhh taunya Ryu sudah berdiri sambil lepas tangan setelah itu mencoba melangkahkan kakinya, well sontak saja buat kami mengalihkan perhatian kepadanya at the moment, masih agak goyah sih first stepnya tapi kami menyemangati Ryu untuk melangkah lagi setelah berhasil untuk langkah yang pertama Ryu mencoba untuk langkah yang kedua dengan suksesnya dia lunglai dan jatuh terduduk tapi ajaib lo Ryu ga nangis malah bingung ko di sorakin ya... :P

Today is the best moment I ever had setelah ngelahirin tentunya ;) Honestly seneng banget secara after survei kecil2an ke beberapa rekan yang barusan punya baby seusianya, Ryu termasuk baby yang perkembangannya bisa di bilang cepat, mulai dari tumbuh gigi, merangkak and berjalan [survei by Bunda Ryu].

3/2/05

Are You Ready Kids? (Spongebob Sqpants Opening Song)

Captain: Are you ready kids?
Kids: Aye Aye Captain.
Captain: I can't hear you.
Kids: Aye Aye Captain
Captain: OHHHHHHH
Who lives in a pineapple under the sea?
Kids: SpongeBob SquarePants!
Captain: Absorbent and yellow and pourous is he!
Kids: SpongeBob SquarePants!
Captain: If nautical nonsense be something you wish,
Kids: SpongeBob SquarePants!
Captain: Then drop on the deck and flop like a fish!
Kids: SpongeBob SquarePants!
Captain: Ready?
Captain and Kids: SpongeBob SquarePants, SpongeBob
SquarePants, SpongeBob SquarePants!
Captain: SpongeBob SquarePaaaaannttss!!!
Captain: HA HA HA HA !!!!

The best best friend ever

3/1/05

My Favourite Picture of Ryu


Ryu Peaceful Face

When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms

Nice Story,


On my wedding day, I carried my wife in my arms. The bridal car stopped in front of our one-room flat. My buddies insisted that I carry her out of the car in my arms. So I carried her into our home. She was then plump and shy. I was a strong and happy bridegroom.

This was the scene ten years ago.

The following days were as simple as a cup of pure water: we had a kid, I went into business and tried to make more money. When the assets were steadily increasing, the affection between us seemed to ebb. She was a civil servant. Every morning we left home together and got home almost at the same time. Our kid was studying in a boarding school.

Our marriage life seemed to be enviably happy. But the calm life was more likely to be affected by unpredictable changes.

Dew came into my life.

It was a sunny day. I stood on a spacious balcony. Dew hugged me from behind. My heart once again was immersed in her stream of love. This was the apartment I bought for her.

Dew said, You are the kind of man who best draws girls' eyeballs. Her words suddenly reminded me of my wife. When we were just married, my wife said, Men like you, once successful, will be very attractive to girls. Thinking of this, I became somewhat hesitant. I knew I had betrayed mywife. But I couldn't help doing so.

I moved Dew' s hands aside and said, You go to select some furniture, O.K.? I ve got something to do in the company. Obviously she was unhappy, because I had promised to do it together with her. At the moment, the idea of divorce became clearer in my mind although it used to be something impossible to me.

However, I found it rather difficult to tell my wife about it. No matter how mildly I mentioned it to her, she would be deeply hurt. Honestly, she was a good wife. Every evening she was busy preparing dinner. I was sitting in front of the TV. The dinner was ready soon. Then we watched TV together. Or, I was lounging before the computer, visualizing Dew's body. This was the means of my entertainment.

One day I said to her in a slightly joking way, suppose we divorce, what will you do? She stared at me for a few seconds without a word. Apparently she believed that divorce was something too far away from her. I couldn't imagine how she would react once she got to know I was serious.

When my wife went to my office, Dew had just stepped out. Almost all the staff looked at my wife with a sympathetic eye and tried to hide something while talking to her. She seemed to have got some hint. She gently smiled at my subordinates. But I read some hurt in her eyes.

Once again, Dew said to me, He Ning, divorce her, O.K.? Then we live together. I nodded. I knew I could not hesitate any more.

When my wife served the last dish, I held her hand. I've got something to tell you, I said.

She sat down and ate quietly. Again I observed the hurt in her eyes. Suddenly I didn't know how to open my mouth. But I had to let her know what I was thinking. I want a divorce. I raised the serious topic calmly.

She didn't seem to be annoyed by my words, instead she asked me softly, why? I'm serious. I avoided her question. This so-called answer made her angry. She threw away the chopsticks and shouted at me, you are not a man!

That night, we didn't talk to each other. She was weeping. I knew she wanted to find out what had happened to our marriage. But I could hardly give her a satisfactory answer, because my heart had gone to Dew.

With a deep sense of guilt, I drafted a divorce agreement which stated that she could own our house, our car, and 30% stake of my company. She glanced at it and then tore it into pieces. I felt a pain in my heart. The woman who had been living ten years with me would become a stranger one day. But I could not take back what I had said.

Finally she cried loudly in front of me, which was what I had expected to see. To me her cry was actually a kind of release. The idea of divorce which had obsessed me for several weeks seemed to be firmer and clearer.

Late that night, I came back home after entertaining my clients. I saw her writing something at the table. I fell asleep fast. When I woke up, I found she was still there. I turned over and was asleep again.

She brought up her divorce conditions: she didn't want anything from me, but I was supposed to give her one month's time before divorce, and in the month's time we must live as normal a life as possible. Her reason was simple: our son would finish his summer vacation a month later and she didn't want him to see our marriage was broken.

She passed me the agreement she drafted, and then asked me, He Ning, do you still remember how I entered our bridal room on the wedding day? This question suddenly brought back all those wonderful memories to me. I nodded and said, I remember. You carried me in your arms, she continued, so, I have a requirement, that is, you carry me out in your arms on the day when we divorce. From now to the end of this month, you must carry me out from the bedroom to the door every morning.

I accepted with a smile. I knew she missed those sweet days and wished to end her marriage with romantically.

I told Dew about my wife's divorce conditions. She laughed loudly and thought it was absurd. No matter what tricks she does, she has to face the result of divorce, she said scornfully. Her words more or less made me feel uncomfortable.

My wife and I hadn't had any body contact since my divorce intention was explicitly expressed. We even treated each other as a stranger. So when I carried her out on the first day, we both appeared clumsy. Our son clapped behind us, daddy is holding mummy in his arms. His words brought me a sense of pain. From the bedroom to the sitting room, then to the door, I walked over ten meters with her in my arms. She closed her eyes and said softly, Let us start from today, don't tell our son. I nodded, feeling somewhat upset. I put her down outside the door. She went to wait for a bus, I drove to the office.

On the second day, both of us acted much more easily. She leaned on my chest. We were so close that I could smell the fragrance of her blouse. I realized that I hadn't looked at this intimate woman carefully for a long time. I found she was not young any more. There were some fine wrinkles on her face.

On the third day, she whispered to me, The outside garden is being demolished. Be careful when you pass there.

And the fourth day, when I lifted her up, I seemed to feel that we were still an intimate couple and I was holding my sweetheart in my arms. The visualization of Dew became vague.

On the fifth and sixth day, she kept reminding me something, such as, where she put the ironed shirts, I should be careful while cooking, etc. I nodded. The sense of intimacy was even stronger.

I didn't tell Dew about this.

I felt it was easier to carry her. Perhaps the everyday workout made me stronger. I said to her, It seems not difficult to carry you now.

She was picking her dresses. I was waiting to carry her out. She tried quite a few but could not find a suitable one. Then she sighed, All my dresses have grown bigger. I smiled. But I suddenly realized that it was because she was thinner that I could carry her more easily, not because I was stronger. I knew she had buried all the bitterness in her heart. Again, I felt a sense of pain. Subconsciously I reached out a hand to touch her head.

Our son came in at the moment. Dad, it's time to carry mum out. He said. To him, seeing his father carrying his mother out had been an essential part of his life. She gestured our son to come closer and hugged him tightly. I turned my face because I was afraid I would change my mind at the last minute. I held her in my arms, walking from the bedroom, through the sitting room, to the hallway. Her hand surrounded my neck softly and naturally. I held her body tightly, as if we came back to our wedding day. But her much lighter weight made me sad.

On the last day, when I held her in my arms I could hardly move a step. Our son had gone to school. She said, Actually I hope you will hold me in your arms until we are old.

I held her tightly and said, Both you and I didn't notice that our life lacked intimacy.

I jumped out of the car swiftly without locking the door. I was afraid any delay would make me change my decision. I walked upstairs. Dew opened the door. I said to her, Sorry, Dew, I won't divorce. I'm serious.

She looked at me, astonished. The she touched my forehead. You got no fever. She said. I moved her hand off my head. Sorry, Dew, I said, I can only say sorry to you, I won't divorce. My marriage life was boring probably because she and I didn't value the details of life, not because we didn't love each other any more. Now I understand that since I carried her into the home, she gave birth to our child, I am supposed to hold her until I am old. So I have to say sorry to you.

Dew seemed to suddenly wake up. She gave me a loud slap and then slammed the door and burst into tears. I walked downstairs and drove to the office.

When I passed the floral shop on the way, I ordered a bouquet for my wife which was her favorite. The salesgirl asked me what to write on the card. I smiled and wrote, I'll carry you out every morning until we are old.

Ryu dan Ayah


My Son

Rokok & Kehamilan

Berhentilah Merokok???? Inilah kata2 yang paling tidak di inginkan oleh para PEROKOK. Tapi tidak untuk yang merencanakan KEHAMILAN/HAMIL, Berhentilah Merokok merupakan kata2 yang wajib dilakukan, Sudah bukan rahasia umum lagi kalau Asap rokok sangat berbahaya, dan semua bukti menunjukkan bahwa hal tersebut berbahaya bagi janin yang sedang tumbuh. Bukan hanya berhenti merokok tetapi hindari juga tempat2 dimana asap rokok itu mudah di temukan hindari sebisa mungkin tempat2 tersebut, karena perokok pasif berpeluang sangat besar menghirup asap rokok.

Selama lebih dari satu dasawarsa, para dokter telah mengetahui masalah berikut yang berhubungan dengan rokok di bawah ini beberapa akibat buat janin dan Ibu hamil dari jahatnya asap rokok:

· Peningkatan bahaya keguguran

· Pelepasan plasenta prematur, menyebabkan kematian bayi dan juga mengancam hidup Ibu.

· Berat badan lahir sangat rendah, yang membuat bayi mudah terserang infeksi, terutama pada dada.

· Kelahiran sebelum waktunya

· Petumbuhan yang lambat selama masa kanak2 dan remaja

· Kemungkinan kesulitan belajar

Laporan terakhir dari inggris mengatakan bahwa kondisi serius, termasuk mati mendadak, meningitis, kista fibrosis, pneumonia, penyakit jantung kongenital dan mudah terserang kanker dan lebih dari 50jenis penyakit dan kelainan anak yang berhubungan dengan perokok dan perokok pasif. Laporan tersebut dihasilkan dari survei oleh para peneliti di Universitas Manchester.

Dan jangan pernah berpikir bahwa setelah anda melahirkan akan lebih aman bila kembali merokok??? Well, itu salah besar karena Nikotin, racun yang amat kuat dapat di alirkan melalui ASI.

Jadi segeralah berpikir 2x untuk merokok di saat anda tau kalau anda sedang HAMIL atau para Bapak berpikirlah sebelum merokok di sekitar Ibu HAMIL and Anak BAYI .


Bunda dan Ryu


Shrie Amriza®

2/25/05

Ryu Anak Depok

29 Agustus 2004, gak terasa udah 4 bulan sejak Ryu lahir dan sudah hampir setahun kami tinggal di Pulomas. Walaupun nyaman, aku dan bunda ingin menempati kediaman kami sendiri apalagi sekarang ada Ryu. Lagipula kalau ingin punya baby sitter or sort of mesti punya tempat tinggal dengan dua kamar atau lebih. Aku dan istri cukup intens dalam mencari alternatif rumah baru bagi kami bertiga plus seorang saudara yg bersedia menjaga Ryu sehari-hari.

Alhamdullilah, bulan Juni kami ditawari teman yg tinggal di Depok untuk melihat2 kemungkinan membeli rumah di perumahan tempatnya. Karena memang pernah tinggal di Depok dalam waktu cukup untuk mengenal detil kota ini, kami tak perlu lama2 memutuskan membeli rumah di Depok walaupun kami sadar akan waktu tempuh dari dan ke kantor. Akhirnya akad rumah ditandatangani dan pada tanggal 29 Agustus 2004 kami resmi menjadi warga Depok.


Look mommy daddy, I can sit on my own!


Awal-awal Ryu di Depok, Alhamdullilah lancar. Kami sibuk membenahi rumah dan menambah beberapa ruang dari bangunan standar. Hanya saja, seminggu setelah kepindahan aku harus bertugas selama sebulan ke Surabaya. Ini pertama kalinya aku jauh dari Ryu dan Bunda untuk waktu yang cukup lama. Bersyukur selama di Surabaya Ryu dan Bunda baik2 saja. Bahkan Ryu sudah aware dengan lingkungan sekitarnya.
Sebulan kemudian, aku kembali dari Surabaya dan Ryu sudah semakin jelas dan keras saat mengucapkan kata pertamanya yaitu, pa..pa.

Continue in "My First Titah"