11/26/05

Ayah dan Ryu


Again membahas kedekatan Ryu dan Ayahnya. Menurut assistan dirumah ryu tuh anaknya supel dan sangat antusias kalau dengar suara ayahnya lewat telpon, beda kalau saya yang telpon ia pasti tidak antusias atau diem2 saja diujung sana.

Contoh conversation saya dengan ryu sbb:
bun: asalamualaikum ryu
ryu: ------
bun: lagi ngapain sayang?
ryu: ------
bun: lagi main ya?
Ryu: ------- (ia masih diem)
bun: ryu, ryu kodiem aja?
ryu: -----
bun: ryu, bunda dan ayah .... (kalimat sy blum selesai)
ryu: (spontan) ayah ayah ayah blebakblubuk.... ayah (terdengar sgt antusias)
bun: iya sayang bun dan ayh pulang telat
ryu: huuuuuuhhhhh ayaahh (nada kecewa)

Itu salah satu contoh betapa kata ayah dan sosok ayah sgt melekat di ingatannya.... *jealous mode on*

Info foto: Ryu with ayah di Depok Mall

11/18/05

Pentingkah Melabel Diri Untuk Bayi Kita?


Dear Mommies, pernahkah mengalami kejadian dimana si kecil yang berusia 12 bulanan ternyata lebih familiar mengucapkan atau memanggil Ayah, Papi, Papa, atau Abi dan kata-kata itu bisa di ucapkan secara sempurna, ketimbang saat si kecil mengucapkan kata Mama, Bunda, Ummi dan Mami. Bagaimana ya perasaan seorang Mom bila ini terjadi? Kira-kira ada tidak pengaruhnya untuk si anak kelak?

Ada pendapat yang beredar di masyarakat, bila hal ini terjadi maka si anak nanti cenderung lebih menyayangi dan dekat dengan ayahnya ketimbang sang ibu. Walaupun hal tersebut sampai saat ini masih merupakan mitos yang beredar di masyarakat dan belum ada penelitian yang di lakukan secara ilmiah untuk membuktikan hal tersebut, namun sepertinya banyak kalangan ibu yang mengalaminya.

Aku adalah salah satu yang mengalami hal tersebut, ini dimulai sejak jagoanku belajar berbicara. Kata pertama yang ia bisa ucapkan dengan jelas adalah Papa, dan berikutnya Ayah (kebetulan aku biasa memanggil suami Ayah). Saat itu aku hanya berpikir mungkin sekarang dia lebih gampang melafalkan kata ayah, tapi anehnya hingga ia berusia 17 bulan, kata Bunda belum pernah aku dengar terucap oleh anakku. Namun aku selalu berpikiran positif terhadap perkembangan jagoan aku, tetapi belakangan ini kok aku jadi merasa iri dengan suami ya, soalnya aku merasa jagoan kami lebih dekat dengan Ayahnya ketimbang Ibunya. Misalnya, aku dan suami selalu pulang kantor bersama-sama. Saat tiba dirumah, anakku selalu menyambut kami dengan memanggil ayahnya dan langsung minta digendong. Sedangkan Ibunya dicuekin aja tuh. Sedih kan rasanya kalau capek setelah kerja seharian eh dicuekin sama baby yang dikangenin seharian.

Berangkat dari situ, aku berusaha untuk introspeksi diri, dan coba melihat "flashback", dan memahami keadaan yang sebenarnya. Akhirnya aku berkesimpulan mungkin kedekatan anakku dengan ayahnya disebabkan oleh jagoan kami bingung karena sedari lahir aku sudah melabel diri aku dengan sebutan "Bunda", sementara kata bunda sangat sulit ditiru oleh bayi yang sedang mengenali lingkungannya, terutama mengenali kedua orang tuanya. Kalau aku telaah secara awam, kata BUNDA mengandung huruf-huruf yang pengucapannya sulit untuk ditiru oleh bayi yang baru belajar bicara. Lagipula kata bunda bukan merupakan kata yang dapat diucapkan dengan singkat. Bayi-bayi yang aku amati umumnya lebih mudah mengucapkan kata Mama, tetapi karena kata Mama tidak pernah kami sebut kepada anak kami, maka sampai sekarang sangat jarang kata Mama diucapkan oleh jagoanku.

Mengingat anakku sudan 1,5 Tahun dan penerimaannya terhadap lingkungan semakin baik, saat ini aku sedang mencoba menstimulasi si jagoan agar mampu mengucapkan kata Bunda. Caraku mudah saja, kata BUNDA aku sebut dengan sesering mungkin di setiap saat ada anakku. Anehnya, beberapa waktu kemudian, bukannya kata BUNDA yang disebut oleh si jagoan malah yang terucap adalah kata lain yaitu "Mama". Kalau aku amati sepertinya jagoan kami mengenal kata Mama dari anak tetangga kami yang sudah bisa panggil Mama dengan baik. Kembali aku bertanya dalam hati "Apakah penting melabel diri kita, kemudian memaksa si kecil menyebutkannya?"

Info Foto: Ryu @ Kids Sport PI (November 2005)
Info Artikel: Publish di www.wrm-indonesia.org

11/4/05

Lebaran Ke Dua Untuk Ryu


1426H merupakan Lebaran kedua untuk Ryu. Tahun lalu Ryu masih terlalu kecil untuk ikut berpartisipasi tapi untuk tahun ini Ryu sudah bisa ikut meramaikan.

Langsung saja ya aku cerita bagaimana hebohnya Lebaran kali ini di keluarga kami. Yang pertama sih, so pasti milih baju koko untuk Ryu. Saat itu pas lagi main ke ITC Depok aku nemu baju koko untuk anak kecil yang lucunya minta ampun jadi deh saat itu aku langsung tertarik dan walhasil baju koko itu menjadi kostum kebesaran Ryu di hari lebaran.

Pas malam takbiran aku sibuk masak untuk menu lebaran nanti sesuai dengan request Ayahnya Ryu, menu kami kali ini sangat standard maklum saja aku kan tidak jago masak jadinya belum bisa bereksperimen dengan menu – menu yang canggih, yang jelas Ketupat menu wajib nya, penggiringnya itu ada Rendang (yang kepedasan akhirnya Ayah Ryu ga bisa menikmatinya), ada opor ayam, Sayur godog betawi, dan Mie goring special sekali, sukses sih acara masak – masaknya, saking saya terlalu sibuk Ryu jadinya angot minta di perhatiin, hehehehe “maaf ya Nak Bunda lagi eksperimen nih masak menu lebaran sendirian”, biasanya sih yang masak bukan Aku tapi tahun ini benar – benar special deh.

Oh iya selain prestasi masak sendirian diatas, Bunda juga punya prestasi yang lain loh, tahun ini puasa bunda hanya bolong 1 hari saja, hip hip hure semoga tahun – tahun mendatang bisa lebih baik lagi yah… “Amien”. Back to topik, Rencananya malam takbiran kali ini kami ingin mengenalkan Ryu dengan Kembang api bakar, tapi karena terlalu sibuk belanja untuk urusan dapur, jadinya kembang api buat Ryu terlupakan. Setelah buka puasa malam terakhir Aya Ryu baru deh sibuk kesana kemari nyari kembang api, ketemu juga sih di Indomaret, tapi sayang seribu sayang kembang apinya jelek banget, sama sekali tidak bisa di bakar , tadinya Ryu agak – agak kecewa, tapi untunglah ada nyala lilin yang bisa mengalikan perhatiannya. Jadi untuk acara kembang api kali ini GATOT alias gagal Total ^_^.

Tibalah hari yang di nantikan, 1 Syawal 1426H, kami semua bangun pagi sekali untuk bersiap – siap kemesjid, kali ini saya niat untuk bawa Ryu sholat Ied. Setelah semua beres kami berangkat kemesjid jam 6AM, jarak mesjid dengan rumah kami tidak terlalu jauh hanya jalan 5 menit saja, Ryu kelihatannya seneng sekali, dan terlihat cute deh (anak sendiri di puji ya heheheh) pakai baju koko yang putih + bawah sejada kecil yang memang kami beliu untuk Ryu. Sesampainya di Mesjid, sudah banyak orang yang mengambil shaft, karena aku takut di tengah2 acara Ryu nangis, akhirnya aku ambil tempat di teras mesjid saja.



Kepagian kali ya kemesjidnya? Emank iya sih kami tiba jam 6.05Am sementara acaranya baru di mulai jam 7AM, kebayang donk gimana Ryu nantinya. Well well di menit2 pertama Ryu masih coba mengamati lokasi baru yang ia datangi, anteng aja duduk di pangkuanku, sampai Ibu2 lain pada muji “Duuh anaknya anteng banget ya Bu”, aku seneng deh di bilang gitu, tapi lama kelamaan Ryu mulai booring, akhirnya susu yang aku siapkan di munum pas acara sholat Ied, Ryu minum 15 menit sebelum acara.

Setelah jam 7AM, kami memulai sholat, huaaaaaaaaaaaaa mulai deh Ryu bertingkah tiba2 saja dia hilang dari pandangannku, saat itu aku langsung deg deg kan takut Ryu hilang atau keluar masjid, tak berapa lama dia muncul lagi sambil ketawa2, “lucu ya Ryu bukannya nangis tapi malah muter2 saja di depan orang”. Entah apa yang terjad tiba2 Ryu narik2 mukenah Ibu2 yang lagi sholat dengan khusyuhnya di sampingku, tadinya aku coba untuk konsen di sholat ku saja, tapi lama2 ko si Ibu kayaknya jadi terganggu, akhirnya dengan spontan aku ambil Ryu dan aku dudukkan di depanku setelah itu aku lanjut sholat lagi, Eh bukannya Ryu nya anteng dia malah mulai lagi narik mukenah ibu tadi bahkan si Ibu tadi di pukul2, gubraxxxxxxxxxx aku langsung memutuskan berhenti sholat saja di rakaat ke dua, sayang seribu sayang sih mungkin bukan rejeki aku kali tahun ini bisa sholat Ied, semoga taun depan di kasih kesempatan lagi.

Kepanjangan ya ceritanya, pasti pada bosen ^_*, aku persingkat deh. Setelah balik dari mesjid kami sungkem2an setelah itu Ryu nya langsung teler deh bobo dia. Bangun tidur langsung ke rumah “Eyang ma”. Di rumah Eyang Ma Ryu dapat angpao hehehe, jadi deh Ryu kenal dengan duit juga after kami berusaha untuk tidak memperkenalkan duit dulu, anyway Lebaran tahun ini merupakan Lebaran yang Indah deh Buat kami sekeluarga, baik itu dari segi Ibadahnya, silaturahminya, pernak pernik lebarannya dll deh, komlit semua di kerjakan sendiri dan dengan hati yang Ikhlas. Amien amien semoga Ibadah kami bisa lebih meningkat untuk selanjutnya.

Info Foto:
1. Berfoto dulu yuk sebelum ke Mesjid
2. wah nemu susu kegemarannku nih
3. Emank paling nikmat mimi susu sambil bobo deh.