2/24/06

Bagaimana seharusnya menyikapi Flu & Batuk berdahak?


Ryuga saat ini lagi flu & batuk berdahak. Seminggu yang lalu ia juga sempet kena flu and batuk ini, tapi hanya beberapa hari setelah itu sembuh sendiri tanpa kami bawah ke DSA aku hanya terapi biasa. Tapi 2 hari yang lalu batuk and flu ini kambuh lagi, semalam malah badannya agak-agak panas, saat aku ukur suhunya 37.8 dc, 2 jam kemudian aku ukur lagi naik menjadi 38.1dc segera aku nyalakan AC kamar biar panas tubuhnya tidak bertambah tinggi, dan tidak lupa juga aku set AC memakai settingan cool (gambar: setitik embun) bukan cool/dry (gambar: salju), kalau Ryu lagi batuk & flu aku sering pakai settingan ini dan so far tidak mengganggu system pernafasannya dan suhu kamar tetap dingin tetapi tidak membuat kelembapan udara kamar menjadi kering, Ryu jadi nyaman karena suhu kamar tetap dingin, maklum Ryu ini mirip dengan Ayahnya tidak bisa tidur kalau panas, kalau udara panas bawaannya pasti keringetan makanya walaupun flu & batuk kami tetap usahakan menjaga suhu kamar menjadi dingin tapi tidak membuat kamar menjadi dry.

Back to Ryu, aku jadi kwatir nih dengan kondisi cuaca akhir-akhir ini. Kata kebanyakan orang cuaca sekarang tidak bersahabat, dan memang dampak cuaca saat ini membuat aku sedikit parno (paranoid), karena banyak sekali penyakit menular yang timbul akhir-akhir ini, mulai dari diare, demam berdarah, batuk, flu, flu burung dlsb. Makanya sekarang Ryu aku larang main keluar rumah untuk sementara waktu, takut ia menularkan flu & batuknya keteman atau sebaliknya.

Aku beruntung sekali karena sejauh ini Ryu tidak pernah mengalami sakit yang mengharuskan ia di bawah ke DSA atau sampai dirawat segala, wallahualam jangan sampai, mungkin karena imun tubuhnya yang kuat atau emank aku termasuk tipe Ibu yang tidak cepat panik mendapati anaknya sakit?, entahlah yang bisa menilai itu hanya suami and orang rumah ku kali ya. Bisa di hitung pake jari Ryu ke DSA itupun ketemu DSA nya disaat ada jadwal imunisasi saja.

Beberapa kali mendapati Ryu batuk berdahak dan flu aku memang tidak langsung membawah Ryu ke DSA, biasanya aku akan segera mempraktekkan ilmu-ilmu yang aku dapat dari "We R Mommies" rumah mayaku yang menjadi acuan buat mengasuh Ryu saat ini. Aku mau berbagi sedikit tips yang aku selalu pakai bila menghadapi Ryu yang sedang batuk berdahak & flu sbb:

* Bila, tanda2 batuk & flu ini sudah nampak, aku segera memperhatikan makanan yang Ryu konsumsi. Aku jaga jangan sampai makanan yang mengandung minyak, makanan yang manis, air dingin di konsumsi olehnya. Takutnya makanan ini memicu flu & batuknya jadi cepat. Aku juga mengusahakan Ryu meminum air hangat sebanyak2nya.
* Bila flu & batuknya sudah jadi, mau ga mau tidur malamnya akan terganggu. So far aku selalu menjaga suhu lembab di kamar tidur kami, karena kalau suhu di kamar menjadi kering "ingus" ryu akan menjadi kering dan hidungnya akan tersumbat, karena hidungnya tersumbat maka spontan ia akan bernafas melalui mulut dan ini akan membuat batuk berdahaknya semakin sukses. Itulah mengapa suhu kamar perlu di atur bila si kecil lagi batuk&flu.
* Pakaikan bantal yang sedikit tinggi dari biasanya, biar ia leluasa untuk bernafas.
* Simpan di sudut kamar, Air panas yang telah diteteskan minyak kayu putih, dan biarkan uap nya tetap di kamar. Ini fungsinya agar pernafasan lewat hidung menjadi lancar/legah. Jangannkan Ryu aku dan suami doyan kalau kami sedang memasang uap air panas yang sudah di beri minyak kayu putih ini. Lakukan ini sampai pagi menjelang di jamin anak akan pules tidurnya. (terbukti denganku lo..)
* Bila tengah malam, anak terbatuk2 sebaiknya dada dan punggungnya di oleskan minyak telon atau vicks (untuk anak yang sudah berusia 2th).
* Bersihkan kamar tidur anak setiap hari, bila pagi menjelang buka jendela kamar dan pintu biar udara kamar berganti dengan udara pagi. (Usahakan kebersihannya terjaga dan sirkulasi udaranya juga harus di perhatikan)
* Bila batuk dan flunya mengakibatkan anak jadi panas, jangan langsung memberi obat penurun panas, coba ukur dulu panasnya dan di pantau setiap jam, bila suhunya sudah jauh diatas normal berilah obat penurun panas. Kalau aku baru memberikan penurun panas, bila suhunya sudah mencapai 39dc.
* Sering sekali Ryu terlihat kesakitan bila batuknya menyerang, maklum ia belum bisa mengeluarkan dahaknya sendirian dan dahak itu ngumpul di leher dan dadanya, kalau sudah begini nafasnya suka bunyi2. Biasanya untuk membantu Ryu mengeluarkan dahaknya aku seringkali membuat susu yang lebih banyak dari biasanya untuk Ryu, karena susu yang over ini bisa memancing Ryu untuk mual dan akhirnya muntah, dari muntah inilah dahaknya akan ikut keluar. So far, sehabis muntah Ryu akan tidur dengan nyaman, batuk sesekali saja tapi tidak telalu menganggu.
* Aku hanya memandikan Ryu di pagi hari, kalau sore hari cukup di washlap saja.
* Aku dan Ayahnya juga menjaga stamina tubuh agar tetap fit, jangan sampai tertular flu nya Ryu, karena kalau kami tertular maka batuk & flu nya Ryu akan bertahan lama.


Hanya itu saja trik yang sering aku lakukan bila jagoanku terserang batuk berdahak dan flu, memang sih kejadian sesungguhnya tidak sesimple apa yang aku tulis diatas, terkadang aku juga merasa ketakutan bila Ryu tidur dengan nafas yang berbunyi ditambah suhu tubuhnya yang mendekati 39dc, kalau sudah begitu aku sering kali berdoa kepada Allah, meminta biar Ryu bisa di kasih tidur yang nyenyak dan besok ia bisa bangun dan kembali bermain.

Info foto: Wenaknya berendam

2/14/06

Harus Extra Sabar Menghadapi Ryu

Image hosting by Photobucket
Ajaib, ajaib dan ajaib sekali perkembangan Ryu akhir-akhir ini. "Kenapa bisa ajaibnya di ulang siiih bun?" Karena Ryu menunjukan banyak kelakuan yang buat aku ngelus dada, istigfar, nangis, ngumpat, esmosi, seneng, dlsb nya.

Apa ini salah satu ciri-ciri Terible two yang sering aku baca di majalah & artikel perkembangan batita? Sepertinya sih iya, tingkah keras kepala Ryu semakin menjadi, bila ia menginginkan sesuatu (contoh: ingin ice cream disaat ia sedang batuk) maka sebelum keiginannya tercapai jangan harap bisa mengalihkannya ketempat lain, karena ia akan terus-terusan meminta hal itu, mulai dari nangis berguling-guling di lantai, memukul meja, lemari, membuang apa yang sedang ia pegang saat itu, lari kekamar lalu menangis kejer sampai memukul orang yang menghalangi niatnya itu, fiuuhhhh bener-bener menguji kesabaran kami di rumah. Seingat saya sampai saat ini dari sepuluh keinginannya itu hanya sekali, duakali saja kami bisa mengalihkannya yang lainnya kami nyerah, secara kamio tidak tega melihat Ryu nangis dengan segala macam gayanya. Padahal aku tau sekali kalau sikap nyerah kami ini sebenarnya tidak baik untuk menghadapi anak batita yang sedang tantrum. Sepertinya aku harus lebih sabar menghadapi perubahan sikap Ryu saat ini.

Ia juga lagi LENGKET bak perangko dengan aku?. Dari browsing dan baca-baca literature sikap ini wajar terjadi diusia anak yang menginjak 20bulan, karena mereka sedang memasuki masa transisi antara dunia Ibu,Ayah dan dirinya ke dunia di luar rumah atau dunia yang lebih luas lagi, jadi sianak kemana-mana maunya sama bunda nya melulu, aku sih seneng aja tapi kadang-kadang Ryu bertingkah lengket begini disaat tidak tepat, ampun deh kalau lagi kumat aku tidak bisa mengerjakan hal lain secara ia maunya digendong atau buntutin aku terus even aku mau pipis ke toilet ia juga mau masuk, kalau ga dikasih makan ia akan gedor2 pintu toilet sambil nangis keejerr. Saat ini pelan-pelan aku coba mengajarkan Ryu kalau bersama orang lain itu sebenarnya aman-aman saja jadi jangan takut. Tapi kan tidak semudah membalikkan telapak tangan bukan!, jadi lagi-lagi aku harus ekstra sabar menghadapinya.

Ryu mulai belajar berempati atau bermain bersama teman-temannya. Sebenarnya rutinitas bermain atau jalan-jalan di lingkungan luar rumah ini sudah menjadi rutinitas tetapnya Ryu sejak dahulu, tapi akhir-akhir ini aku perhatiin Ryu lebih menunjukan minatnya terhadap teman-teman bermainnya. Kemarin ada kejadian lucu, saat aku dan Ayahnya lagi asik menanam pohon didepan rumah, ia dengan asiknya mengejar kucing-kucing liar yang sedang nongkrong di jalan gang rumah kami sambil menyebut puuush puuuush puuush, si push yang di kejar pun berlarian sana sini serasa takut ada batita yang gemes ama mereka, ia dibantu oleh temannya mengejar kucing-kucing itu.

Belum lagi Ryu senang sekali bermain bola dengan anak-anak yang lebih tua 3-6 tahun diatasnya, untungnya anak-anak ini mau berbagi bola dengan Ryu, aku sedikit kwatir Ryu akan mengganggu teman-temannya bermain karena seringnya ia menguasai bola ini sendirian tanpa mau berbagi. Ryu juga senang bermain sepeda dengan salah satu teman mainnya, ia sih maunya mendorong sepeda anak tersebut bukannya naik sepeda, mana si anak yang didorong gendut buanget sampai-sampai grafik BB (Berat Badan) di buku KMS (Kartu Menuju Sehat) sudah melewati batas, kebayang kan beratnya anak itu? Tapi Ryu malah ketawa-ketawa saja tuh mendorongnya.

Dan masih banyak lagi kegiatan Ryu di luar rumah yang dihabiskan dengan teman-temanya, saya rasa Ryu sedang belajar berempati nih dengan temannya, walaupun kebanyakan Ryu masih sangat egois, maunya menguasai mainannya sendiri tanpa mau berbagi dengan lain. Lagi lagi butuh kesabaran untuk mengarahkan dan menjelaskan ke padanya cara berbagi dengan yang lain.

One more thing, perkembangan Ryu yang gemesin saat ini. Ia lagi senang menjiplak apa yang ia liat atau dengar, contoh: Kalau ada penjual Bacang yang lewat depan rumah sambil teriak Baacang, bacangg maka Ryu akan mengikutinya dengan teriak "aacang, acaang". Begitu juga dengan Tukang sate ayam, dia akan ikut teriak "aatee ayammm", tukang donat ia akan teriak "onaaat". Pernah suatu saat kami dibuat keki oleh Ryu, saat itu pas Penjual Bacang lewat, ia ikut teriak "acaaang acaaang" spontan saja penjual tersebut berhenti di depan pagar kami, untungnya si penjual mau ngerti kalau yang manggil itu anak balita hehehe. Kalau kami lagi nyanyi ia juga suka mengikuti dengan lafal kata yang amburadul, butuh konsentrasi penuh jika ingin tau apa yang ia sebut, seperti lagu berikut "puukuu pukuuu kooooyaaa" (ia nyanyi mengikuti nada lagu kupu2 yang lucu) huehuehuehue gemes deh kalau ia lagi nyanyi ini soalnya ia sambil memegang buku lagu2 nya.

Kalau meniru apa yang ia liat, contoh: Maid kami sedang nyapu atau ngepel maka Ryu juga minta sapu dan pel untuk melakukan itu, ia juga suka mengambil lap untuk mengelap TV, MEJA, KULKAS dlsb nya, Alhamdulillah Ryu ada bakat menjadi anak yang rajin, asset nih kalau besar nanti bisa Bantu bundanya hihihihi. Masih banyak lagi sih, tapi takut yang baca pada bosen jadi next posting aja kali ya aku ceritain.

Info Foto: Iya Bunda Ryu nurut deh :D

2/6/06

Ryu Popo Sendiri?



Ryu popo sendirian?. Sebenarnya ide ini sudah sejak lama timbul dan menjadi pembicaraan hangat antara aku dan suami. Tapi rasanya susah sekali untuk merealisasikan ide ini. Dulu kami sempet merasa tidak tega karena Ryu masih terlalu kecil untuk kami biarkan tidur sendiri, dan banyak sekali pertanyaan yang timbul di benak kami saat itu, mulai dari; bagaimana kalau tengah malam ia haus?, ia ingin di peluk? Suhu kamar yang terlalu dingin? Ia mimpi?

Belum lagi, pertanyaan dan perkataan negatif yang datang dari keluarga yang sudah sepuh. "Ko tega sih anak kecil di kasih tidur sendiri?, Ko ga kasian ya sama anaknya?, Kasian Ryu tidak di sayang Ayah & Bundanya!". Pertanyaan dan perkataan seperti itu lah yang kadang membuat hati kami jadi labil untuk merealisasikan ide kami itu. Dan aral yang paling utama yang sering membuat kami labil adalah kami merasa hanya mempunyai sedikit waktu untuk bermain dengan Ryu, maklum kami berdua kerja dan hanya bertemu dengannya, kurang lebih 3 jam dalam sehari bagaimana jadinya kalau tidurpun harus berpisah lagi dengannya?.

Beberapa bulan yang lalu kami sempet meronovasi kamar khusus untuk ryu, maklum saat itu ide untuk tidur terpisah dengan Ryu timbul lagi. Aku semangat dengan ide renoasi kamar itu, aku mulai dari mencat kamar, membuat layout furniture nya dan segala persiapan lainnya. Sayang beribu sayang acara renovasi kamar Ryu itu hanya selesai sampai acara pengecatan saja, itupun aku hanya sanggup mencat kamarnya 2 sisi, selebihnya di selesaiin oleh tukang, hehehehe.

Sampai saat ini kamar tersebut tidak selesai direnov, aku merasa tidak semangat untuk mengerjakannya karena jauh dilubuk hati aku masih ingin popo bareng ryu kecil ku, aku masih ingin memeluknya bila ia sedang bermimpi, aku masih ingin merasakan tendangannya bila ia sedang tidur sambil berguling dan aku masih ingin berlama-lama dengannya di tempat tidur kami. Biarlah ide kami yang lalu terealisasi sesuai dengan perkembangan ryu nanti, aku sudah tidak terlalu ngoyoh untuk membuat kamar khusus untuknya. Sebentar lagi usia ryu 2 tahun dan ia masih tetap popo disisihku, betapa bahagianya daku.

Info foto: Kamar yang terbengkalai di renov bunda