1/30/06

Buku Kesayangan Ryu


Kupu kupu yang lucu
Kemana engkau terbang …
Hilir mudik mencari
Bunga bunga yang mekar
Ber ayun ayun, pada tangkai yang lemah
Tidak kah sayapmu
Merasa lelah…


Itu salah satu lagu yang ada di buku favorite Ryu "Belajar Sambil Bernyanyi, Dibuat Oleh: Asaduddin Press". Kalau kami sudah menyanyikan lagu itu, dengan sigapnya Ryu akan segera mencari buku tersebut, entah ia baru bangun tidur lagi bermain ataupun lagi makan. Setelah mendapatkan buku tersebut ia akan membuka lembar demi lembar dan menyuruh kami untuk menyanyikan semua lagu yang ada di buku tersebut, jika kami menolak maka ia akan memaksa kami sampai mau, dan bila kami kecapean ia kembali akan memaksa, bila perlu menangis sambil menyodorkan buku tersebut dan menunjuk lagu mana yang ia inginkan. Kebayang kan? Bagaimana ribetnya.

Sebenarnya ia juga mempunyai banyak buku lain, tapi hanya buku ini saja yang ia sukai, bila teman sebayanya ingin pinjam pasti deh Ryu tidak akan meminjamkannya, ia lebih baik memberikan buku yang lain ketimbang buku "Belajar Sambil Bernyanyi" ini. Makanya kenapa kami menyebut buku ini sebagai buku kesayangan Ryu.

Lagu - lagu yang ada dibuku tersebut adalah sebagai berikut:
* Kupu Kupu Yang Lucu
* Pelangi Pelangi
* Lihat Kebunku
* Balonku Ada Limah
* Dua Mata Saya
* Kasih Ibu
* Bebek Bebekku
* Kodok Ngorek
* Naik Kereta Api
* Kereta Kuda

Untuk syair lagu "Balonku Ada Lima" , yang beberapa waktu lalu kontroversial dengan lirik yang katanya salah, sebenarnya email email yang di kirimkan oleh orang tidak bertanggung jawablah yang salah, karena di buku ini liriknya demikian:
Balonku ada lima
Rupa rupa warnanya
Hijau kuning kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon Hijau, door!
Hatiku tetap sabar
Balonku tinggal empat
Kupegang erat erat


Saya yakin versi balonku yang benar adalah versi yang ada di buku ini. Jadi email yang bersliweran beberapa waktu lalu itu adalah HOAX alias email yang tidak benar alias email yang dibuat oleh orang-orang iseng saja, jadi diabaikan saja.

Ayooo nak Ryu kita nyanyi lagi…
Naik kereta api tut tut tut…
Siapa hendak turut
Ke Bandung Surabaya…


Info Foto: Cover Buku Kesayangan Ryu

1/25/06

Gud Bye Diapers !!


Waktu cepat sekali berlalu tak terasa beberapa hari lagi putra kami akan berusia 21 bulan, itu menandakan umur kami pun semakin tua "nyengir". Dan sebentar lagi ia memasuki usianya yang ke 2, maka kami atau tepatnya saya berniat untuk melepas ketergantungan Ryu dari diapers alias pampers. Sejak Ryu lahir sampai saat ini di kala tidur malam pasti Ryu selalu dilengkapi dengan diapers. Mengapa kami memilih memakaikan diapers?, alasannya simple saja "Demi kenyamanan Ryu & kami :D". Soalnya kalau malam Ryu ngompol kan repot harus ganti - ganti popok, dan juga Ryu jadi tidak nyaman tidurnya(kedengaran bela diri ga' seh daku ini :P).

Beberapa hari yang lalu saya sudah mulai coba tidak memakaikan diapers, tetapi itu hanya bertahan 2 hari setelah itu balik lagi ke diapers. Ternyata susah juga loh mau hilangin kebiasaan memakai diapers ini karena saya harus ngajarin ryu bangun malam - malam buat pipis, dan setiap kali saya ajak buat pipis, si pipis malah ogah untuk keluar, akhirnya saya nyerah dan ryu saya balikin lagi ke ranjang buat melanjutkan bobonya, baru saja saya letakin ryu di tempat tidur ealaahh sipipisnya malah keluar, kalau sudah gitu mau ga mau harus ganti semuanya mulai dari baju tidur, daleman, celana tidur, kaos kaki dan juga alas tidurnya. Tidak seperti teori atau saran yang pernah saya dengar, kayaknya simple sekali. Tapi ketika saya peraktek malah kewalahan, sepertinya saya sudah keenakan kali ya sejak kecil di pakaikan diapers ^_^.

Malam pertama saat kami tidak memakaikan diapers Ryu hanya ngompol 1 kali, saat itu saya telat ½ jam dari rencana mau membangunkan ia untuk pipis. Besoknya dengan semangat 45, kami coba lagi dan ternyata malam itu ia ngompol sampai 2 kali. Siangnya assistant curhat karena semua celana & kain Ryu masih basah jadi untuk malam ke 3 sudah tidak ada cadangan. Dalam hati ko pas mau gud bye with diapers, si hujan malah turun terus menerus di kota kami, walhasil jemuran numpuk. Walaupun memakai mesin cuci tetap saja tuh cucian lembab. Akhirnya pengalaman kami tanpa diapers itu hanya bertahan 2 malam, malam ketiganya balik lagi ke diapers. Sambil berdoa semoga cuaca bisa kompromi nih dengan planning saya, InsyaAllah usia 2 tahun Ryu sudah terbebas dari diapersnya, Amien.

Info foto: Ryu popo with dede be'uaaang

1/15/06

TV dan Batita


Coba deh TV nya di matiin?, TV jangan di nyalakan kalau ada Ryu, Jangan sering - sering kasih nonton TV anaknya Bu!, Itulah kata - kata yang familiar aku denger saat ini. Baik itu di arisan Ibu - ibu, di rumpian dengan tetanggah, di kantor, di kantin dlsb nya.

Menyambung cerita saya yang lalu di topic Ryu 20 Bulan, saya coba ikutin saran beberapa teman,sodara & tetanggah, sepertih diatas. Frekuensi TV yang tadinya nyala dari pagi dan malam hari, akhirnya kami non aktifkan, sebagai usaha membantu putra kami dalam perkembangan bahasa/bicaranya.

Tadinya saya berpikir tidak akan terpengaruh dengan saran2 mereka takutnya di bilang child abuse nih, tapi karena mematikan TV tidak terlalu susah di terapkan akhirnya aku ikut juga, paling kami orang dewasa yang akhirnya tidak bisa nonton TV. Tapi demi kebaikan Ryu apapun akan kami lakukan. Memang sih, Ryu kalau sudah liat iklan yang ngejreng - ngejreng pasti deh berasa di hipnotis, matanya di tujukan ke layar TV saja, anteng sambil matanya nanar melihat ke TV, kalau kami panggil - panggil jangan harap dia akan noleh, kalau di alihkan ketempat lain dia akan ngamuk. Pengaruh TV ini memang sangat tidak baik buat anak batita seusia Ryu.

Kenapa baru sekarang di terapkan Bu?. Jujur saja kami egois, kami hanya mementingkan diri sendiri. Sementara saya sangat mengerti dan sadar how bad pengaruh TV ini untuk batita, nyesel sekali karena saya tidak disiplin untuk hal penting yang satu ini, saya tidak tegas dengan assistan dirumah mengenai aturan ini. Anyway, let's talk about now and future saja deh, yang lalu biarlah berlaluh. Aturan baru di rumah kami pun di terapkan, TV tidak akan menyala kecuali Ryu sudah tidur dan siang hari untuk nonton CERIWIS aja… penggemar IB siihh… IB means Indy Barens lo, not Indra Bekti (map ye bekti huehuehue).

Apa ada pengaruh positif nya setelah program mematikan TV itu? Pastinya iya donk, sampai saat ini aturan itu baru berjalan 3 minggu and thanks to God impact nya terhadap penguasaan kata Ryu sangat sangat drastic (sangat nya sampai diulang tuh he3x). Hampir 2 minggu ini setiap kami pulang dari kantor Ryu menunjukan kebolehannya mengucapkan 2 kata baru yang sebelumnya tidak pernah dia ucapkan, dia juga lebih bawel dari sebelumnya (yg dulu juga sudah bawel sih), dia juga bisa mengekpresikan keinginannya dengan jelas, contoh: kalau ngambek dia akan menutup kedua matanya trus pura2 nangis, kalau marah dia akan diem trus natap orang yg buat dia kesel lalu tiba2 cakaran mautnya mendarat di muka orang tersebut, kalau ketawa ini mah emank kebiasaan dia ketawa sampai terpingkal2, ya kurang lebihnya begitu deh. Serasa pengorbanan kami yg tidak bisa nonton infotaiment, berita, sinetron, dll terbayarkan dengan tingkah dan perkembangan barunya.

Kata apa saja yang bisa ia bilang? Ok ok nih saya urut :
Spangebob = paappoob
Jatuh = Atooh
Kupu - kupu = puku puku (ada cerita lain nih mengenai kupu2 tar next artikel deh ^_^)
Sakit = aakiitt
Buku = uku
Harian Indonesia = *#%@ian nndonesia (ketika dia lagi baca Koran tsb, hoby ryu nih baca Koran)
Sekolah = cekolahh
Buka = uka
Sepeda = peeda
Ngitung nih (satu/atuu, dua/uaa, tiga/iiigaa, empat/patt, tujuh/juuuh, sepuluh/puluuu)
Asik = asiik
Bola = Bola
Gol = oooll
Ikut = kuuut
Yogurt = guuu gut
Sepertinya hanya ini saja yang saya ingat dan yang pernah saya denger, maklum nih hanya ketemu Ryu 2 jam sehari selebihnya, di kantor, di jalan and di ranjang (bobo) nasipku sebagai ibu dan bekerja.

Info foto: January 11, 2006