3/1/05

Ryu dan Ayah


My Son

Rokok & Kehamilan

Berhentilah Merokok???? Inilah kata2 yang paling tidak di inginkan oleh para PEROKOK. Tapi tidak untuk yang merencanakan KEHAMILAN/HAMIL, Berhentilah Merokok merupakan kata2 yang wajib dilakukan, Sudah bukan rahasia umum lagi kalau Asap rokok sangat berbahaya, dan semua bukti menunjukkan bahwa hal tersebut berbahaya bagi janin yang sedang tumbuh. Bukan hanya berhenti merokok tetapi hindari juga tempat2 dimana asap rokok itu mudah di temukan hindari sebisa mungkin tempat2 tersebut, karena perokok pasif berpeluang sangat besar menghirup asap rokok.

Selama lebih dari satu dasawarsa, para dokter telah mengetahui masalah berikut yang berhubungan dengan rokok di bawah ini beberapa akibat buat janin dan Ibu hamil dari jahatnya asap rokok:

· Peningkatan bahaya keguguran

· Pelepasan plasenta prematur, menyebabkan kematian bayi dan juga mengancam hidup Ibu.

· Berat badan lahir sangat rendah, yang membuat bayi mudah terserang infeksi, terutama pada dada.

· Kelahiran sebelum waktunya

· Petumbuhan yang lambat selama masa kanak2 dan remaja

· Kemungkinan kesulitan belajar

Laporan terakhir dari inggris mengatakan bahwa kondisi serius, termasuk mati mendadak, meningitis, kista fibrosis, pneumonia, penyakit jantung kongenital dan mudah terserang kanker dan lebih dari 50jenis penyakit dan kelainan anak yang berhubungan dengan perokok dan perokok pasif. Laporan tersebut dihasilkan dari survei oleh para peneliti di Universitas Manchester.

Dan jangan pernah berpikir bahwa setelah anda melahirkan akan lebih aman bila kembali merokok??? Well, itu salah besar karena Nikotin, racun yang amat kuat dapat di alirkan melalui ASI.

Jadi segeralah berpikir 2x untuk merokok di saat anda tau kalau anda sedang HAMIL atau para Bapak berpikirlah sebelum merokok di sekitar Ibu HAMIL and Anak BAYI .


Bunda dan Ryu


Shrie Amriza®

2/25/05

Ryu Anak Depok

29 Agustus 2004, gak terasa udah 4 bulan sejak Ryu lahir dan sudah hampir setahun kami tinggal di Pulomas. Walaupun nyaman, aku dan bunda ingin menempati kediaman kami sendiri apalagi sekarang ada Ryu. Lagipula kalau ingin punya baby sitter or sort of mesti punya tempat tinggal dengan dua kamar atau lebih. Aku dan istri cukup intens dalam mencari alternatif rumah baru bagi kami bertiga plus seorang saudara yg bersedia menjaga Ryu sehari-hari.

Alhamdullilah, bulan Juni kami ditawari teman yg tinggal di Depok untuk melihat2 kemungkinan membeli rumah di perumahan tempatnya. Karena memang pernah tinggal di Depok dalam waktu cukup untuk mengenal detil kota ini, kami tak perlu lama2 memutuskan membeli rumah di Depok walaupun kami sadar akan waktu tempuh dari dan ke kantor. Akhirnya akad rumah ditandatangani dan pada tanggal 29 Agustus 2004 kami resmi menjadi warga Depok.


Look mommy daddy, I can sit on my own!


Awal-awal Ryu di Depok, Alhamdullilah lancar. Kami sibuk membenahi rumah dan menambah beberapa ruang dari bangunan standar. Hanya saja, seminggu setelah kepindahan aku harus bertugas selama sebulan ke Surabaya. Ini pertama kalinya aku jauh dari Ryu dan Bunda untuk waktu yang cukup lama. Bersyukur selama di Surabaya Ryu dan Bunda baik2 saja. Bahkan Ryu sudah aware dengan lingkungan sekitarnya.
Sebulan kemudian, aku kembali dari Surabaya dan Ryu sudah semakin jelas dan keras saat mengucapkan kata pertamanya yaitu, pa..pa.

Continue in "My First Titah"